KUALA KURUN, Kaltengonline.com – Menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) memang masih menjadi impian banyak orang. Namun, jika semua mengejar kursi yang sama, siapa yang akan membuka lapangan kerja untuk masyarakat lain.
Pemikiran itulah yang disampaikan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Espriadi. Menurutnya, generasi muda jangan terpaku pada satu cita-cita menjadi pegawai negeri, tetapi harus mulai berani melihat peluang usaha dan mengasah keterampilan yang dapat menghasilkan pendapatan.
Karena itu, Espriadi memberikan apresiasi terhadap berbagai program pelatihan kerja yang digelar pemerintah daerah melalui Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM (Distransnakerkop-UKM). Ia menilai pelatihan tersebut menjadi bekal penting bagi para pemuda untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus menciptakan peluang usaha baru.
“Kami yakin apa yang dilakukan dinas bidang ketenagakerjaan ini memberikan nilai positif bagi daerah. Pelatihan seperti ini mampu mengembangkan kemampuan dan bakat anak-anak muda agar memiliki keterampilan yang bisa menjadi sumber penghasilan” ujar Espriadi, Kamis (6/8).
Politikus Partai Perindo itu mengatakan, kesuksesan tidak selalu diukur dari status sebagai pegawai negeri. Menurutnya, menjadi pengusaha atau pelaku usaha yang mandiri juga merupakan pencapaian yang patut dibanggakan.
“Jangan bertumpu pada satu jenis pekerjaan saja. Anak-anak muda harus mampu membaca peluang. Pemerintah sudah membuka jalan melalui berbagai pelatihan. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya untuk menjadi pribadi yang mandiri dan produktif,” katanya.
Sebagai contoh, Espriadi menyoroti profesi penjahit yang hingga kini masih memiliki peluang usaha cukup besar di Gunung Mas. Bahkan, masyarakat kerap harus menunggu lama untuk mendapatkan hasil jahitan karena jumlah penjahit yang tersedia masih terbatas.
“Ini bukti bahwa peluang usaha itu ada. Penjahit di Gunung Mas sering kewalahan karena banyaknya pesanan. Artinya, kalau ada anak muda yang serius belajar menjahit melalui pelatihan pemerintah, peluang usahanya sangat terbuka,”jelasnya.
Ia berharap semakin banyak pemuda memanfaatkan program pelatihan yang disediakan pemerintah sebagai bekal membangun masa depan. Menurutnya, keterampilan yang dimiliki akan menjadi modal berharga untuk menciptakan lapangan kerja, bukan sekadar mencari pekerjaan.
“Jangan sampai anak muda kita tertinggal pengalaman dan keterampilan. Ketika ada pelatihan, manfaatkan sebaik mungkin. Siapa tahu, dari sebuah mesin jahit justru lahir pengusaha sukses berikutnya di Gunung Mas,” tandasnya. (nya/ans/ko)







