Menurut Yuliansah, penggunaan QRIS di Kalimantan Tengah terus mengalami peningkatan setiap tahun. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu kelompok yang banyak memanfaatkan QRIS.
Bagi UMKM, QRIS memudahkan proses penerimaan pembayaran dari konsumen. Sistem ini juga membantu pelaku usaha mengikuti perkembangan transaksi digital.
BI Kalteng berharap peningkatan penggunaan QRIS dapat berjalan seiring dengan peningkatan literasi digital masyarakat. Mahasiswa menjadi salah satu kelompok yang dinilai strategis untuk mendukung upaya tersebut.
Mahasiswa UPR Diharapkan Jadi Edukator
BI Kalteng tidak ingin mahasiswa baru hanya menjadi pengguna QRIS. Mereka juga diharapkan mampu membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga, teman, dan lingkungan sekitar.
“Harapannya dengan kegiatan ini mahasiswa baru bisa menjadi pengguna QRIS sekaligus menjadi edukator di lingkungannya masing-masing untuk memulai menggunakan QRIS,” tutur Yuliansah.
Sosialisasi QRIS dalam PKKMB UPR menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi keuangan digital di kalangan generasi muda.
Dengan target 2.500 pengguna dari 3.542 mahasiswa baru UPR, BI Kalteng berharap ekosistem pembayaran digital di lingkungan kampus semakin berkembang. Mahasiswa juga diharapkan mampu menggunakan QRIS secara aman, bijak, dan sesuai kebutuhan dalam aktivitas sehari-hari.(bud)







