QRIS Jelajah Kuliner 2026 Dorong Digitalisasi UMKM Kalteng

oleh
oleh

PALANGKA RAYA, kaltengonline.com – Program QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah berhasil mendorong perluasan transaksi digital sekaligus mempromosikan UMKM kuliner lokal di Palangka Raya.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI) 2026 itu mengusung konsep kompetisi edukatif. Sebanyak 31 tim yang berasal dari influencer, mahasiswa, ASN, komunitas, dan masyarakat umum mengikuti berbagai misi untuk memperkenalkan QRIS sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai sistem pembayaran digital.

Kepala Perwakilan BI Kalteng Yuliansah Andrias mengatakan, peserta tidak hanya mengikuti kompetisi, tetapi juga berperan sebagai agen edukasi di tengah masyarakat. Mereka memberikan pemahaman tentang QRIS, QRIS TAP, QRIS Antarnegara, Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, hingga pelindungan konsumen melalui gerakan PeKA dengan tagline “Kalau Ragu, Stop Dulu”.

“Pemberian penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi peserta maupun masyarakat untuk terus mendukung percepatan digitalisasi sistem pembayaran dan memperluas penggunaan QRIS,” ujar Yuliansah dalam rangkaian penutupan QJI 2026, Sabtu (11/7/2026).

Dampaknya terlihat dari capaian selama pelaksanaan program. Sebanyak 151 merchant baru bergabung sebagai pengguna QRIS, sementara 390 masyarakat mendapatkan edukasi mengenai QRIS. Selain itu, 379 orang merasakan pengalaman pertama bertransaksi menggunakan QRIS, 372 orang mendapat edukasi CBP Rupiah, dan 352 orang menerima edukasi pelindungan konsumen.

Program tersebut juga mencatat 6.158 transaksi QRIS serta menghasilkan 145 konten digital yang turut mempromosikan UMKM kuliner dan destinasi kuliner di Kalimantan Tengah. Peserta juga membantu memperkenalkan merchant lokal melalui ulasan digital serta melakukan onboarding terhadap pelaku UMKM yang sebelumnya belum menggunakan QRIS.

BI Kalteng berharap program tersebut dapat memperkuat kolaborasi dengan perbankan, pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat. Dukungan berbagai pihak dinilai penting untuk memperluas penggunaan QRIS sekaligus membangun ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah.(bud)