Pangkalan Bun, Kaltengonline.com — Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengepung sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Kondisi ini membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan melindungi diri dari dampak buruk asap.
Komandan Lanud (Danlanud) Iskandar Pangkalan Bun Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto mengimbau masyarakat tidak mengabaikan kondisi kualitas udara yang memburuk akibat karhutla.
“Lanud Iskandar bersama petugas pemadam lainnya bahu-membahu memadamkan api,” kata Nugroho, Rabu (19/8/2026).
Menurut Nugroho, kebakaran masih terjadi hingga Rabu. Namun, BPBD Kobar belum melakukan pendataan secara keseluruhan terhadap kejadian karhutla terbaru yang masih berlangsung di sejumlah wilayah.
Sejumlah kawasan dilaporkan dikelilingi asap, di antaranya Desa Terantang, Kumpai Batu Bawah, Kumpai Batu Atas, Pialun, Sanitani RT 27 Madurejo, Sei Kapitan, Sungai Tendang, dan Pangkalan Bungur.
Asap juga terpantau di kawasan belakang Ponpes Darul Ulum, Pangkalan Bun Km 13, wilayah Kotawaringin Lama hingga Desa Kubu. Kondisi tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak terlalu lama beraktivitas di luar ruangan.
Berdasarkan data BPBD Kobar per 18 Agustus 2026, tercatat 461 titik panas atau hotspot di wilayah Kobar. Selain itu, terdapat 189 kejadian karhutla dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 859,49 hektare.
Besarnya jumlah titik panas dan luas lahan terbakar menunjukkan karhutla masih menjadi ancaman serius. Cuaca kering dan kemunculan titik panas membuat upaya pemadaman terus dilakukan oleh petugas gabungan.
Danlanud mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Warga juga diminta mengurangi kegiatan di luar ruangan yang tidak penting selama kondisi asap masih menyelimuti sejumlah wilayah.
Perlindungan khusus perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan. Masyarakat juga diminta segera mengurangi paparan asap apabila kondisi udara semakin memburuk.
Nugroho juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. “Jangan membuka lahan dengan cara membakar,” menjadi salah satu upaya penting untuk mencegah munculnya kebakaran baru dan melindungi kesehatan masyarakat di tengah Kobar yang masih dikepung asap karhutla. (ko)







