PALANGKA RAYA — Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PCNU Kota Palangka Raya menerjunkan sembilan relawan untuk membantu BPBD Kota Palangka Raya menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sembilan relawan tersebut ditempatkan di sejumlah lokasi karhutla dan dibagi menjadi tiga shift. Pembagian ini dilakukan agar dukungan personel dapat berlangsung secara bergantian.
“Para relawan tersebut dibagi menjadi tiga shift, sehingga pelaksanaan tugas di lapangan dapat dilakukan secara bergantian dan berkelanjutan,” kata Ketua LPBI PCNU Kota Palangka Raya, Fathul Munir, Selasa (22/9/2026).
Fathul mengatakan relawan berkoordinasi dengan BPBD Kota Palangka Raya. Penempatan dan tugas di lapangan menyesuaikan arahan petugas serta kondisi kebakaran di masing-masing wilayah.
Berdasarkan data BPBD Kota Palangka Raya, sepanjang 1 Juni hingga 16 September 2026 tercatat 567 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 1.201,15 hektare. Kebakaran tersebar di lima kecamatan dan paling banyak terjadi di Kecamatan Jekan Raya.
Sementara itu, BMKG mencatat hingga 21 September 2026 terdapat 5.283 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan Tengah dalam pemantauan 10 hari terakhir.
Fathul mengatakan keterlibatan relawan merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan sekaligus upaya membantu pemerintah menangani dampak karhutla.
“LPBI PCNU Kota Palangka Raya siap bersinergi dengan pemerintah dan seluruh pihak dalam penanggulangan bencana. Kehadiran relawan di lapangan merupakan wujud kepedulian dan semangat gotong royong untuk membantu masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap sinergi LPBI PCNU dan BPBD dapat mempercepat penanganan karhutla serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
LPBI PCNU juga mengimbau warga tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk membakar lahan. Masyarakat terdampak asap diminta memantau kualitas udara dan mengurangi paparan asap sesuai kondisi setempat.






