Jalan Darat Tembus, Desa Lawang Tamang Tak Lagi Terisolasi

oleh
oleh
Desa Lawang Tamang sekarang sudah tak terisolasi. Desa yang berada di wilayah hulu Kabupaten Kapuas ini sudah bisa dimasuki kendaraan roda empat.
Desa Lawang Tamang sekarang sudah tak terisolasi. Desa yang berada di wilayah hulu Kabupaten Kapuas ini sudah bisa dimasuki kendaraan roda empat.

KUALA KAPUAS, Kaltengonline.com – Dulu, jalur sungai menjadi tumpuan utama warga Desa Lawang Tamang, Kecamatan Mandau Talawang, untuk keluar masuk desa. Kini, kondisinya berubah. Jalan darat dari Desa Sei Pinang, ibu kota Kecamatan Mandau Talawang, sudah tembus hingga Lawang Tamang. Mobil kecil hingga pikap pengangkut kebutuhan pokok sudah bisa masuk.

Terbukanya akses tersebut menjadi tanda mulai teratasinya keterisolasian Lawang Tamang. Mobilitas warga lebih mudah, distribusi barang semakin lancar, dan aktivitas ekonomi masyarakat mulai bergerak.

Ketua DPC APDESI Kapuas Pancar S Nyarang mengatakan, terbukanya jalan darat tersebut menjadi perubahan besar bagi masyarakat Lawang Tamang.

“Dulu belum ada jalan darat dari Desa Sei Pinang menuju Desa Lawang Tamang. Sekarang sudah tembus. Mobil kecil pun sudah bisa masuk ke desa kami. Luar biasa,” kata Pancar.

Menurut Pancar, terbukanya akses darat tersebut merupakan hasil kerja sama Pemkab Kapuas dan DPRD Kapuas dengan pihak ketiga, yakni PT Gunung Meranti dan PT Praba Nugraha.

Sebelumnya, warga sangat bergantung pada jalur sungai untuk mobilitas dan distribusi kebutuhan sehari-hari. Kondisi itu membuat aktivitas masyarakat bergantung pada jalur air.

Kini, kendaraan sudah dapat masuk langsung ke desa. Mobil pikap membawa barang dagangan dan kebutuhan pokok. Pasokan pun lebih mudah sehingga harga sembako relatif stabil.

“Alhamdulillah, akses dari dan menuju desa kami jadi lancar. Tidak lagi tergantung jalur sungai. Kesulitan masyarakat mulai teratasi,” ujarnya.

Pancar mengatakan, perubahan tersebut mulai terlihat dari semakin banyaknya pedagang yang menggunakan mobil pikap untuk membawa barang ke Lawang Tamang.

“Sudah banyak orang berjualan menggunakan mobil pikap yang masuk ke desa kami. Harga sembako juga stabil karena aksesnya sudah lancar,” tuturnya.

Akses tersebut tidak berhenti di Lawang Tamang. Ruas jalan kini sedang berproses menuju Desa Tumbang Bukoi, yang berada di wilayah paling hulu atau paling ujung Kabupaten Kapuas.

“Ruas jalan ini sedang berproses menuju Desa Tumbang Bukoi, desa paling hulu atau paling ujung di Kabupaten Kapuas. Insya Allah bulan ini sudah tembus. Ini program yang sangat mulia,” ujar Pancar.

Bagi masyarakat pedalaman, terbukanya akses darat bukan sekadar soal jalan. Jalur tersebut membuka konektivitas, memudahkan distribusi kebutuhan pokok, serta memperluas peluang ekonomi masyarakat.

Pancar berharap akses yang sudah terbuka terus mendapat perhatian dan pemeliharaan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan. (art/ko)