PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pemerintah Kota Palangka Raya terus melakukan pembasahan meski cuaca kini terlihat tidak berkabut dan cerah. Upaya teraebut dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk menekan titik panas meluas dari tanah gambut dengan diameter 10 meter ke atas yang dipastikan masih dalam kondisi panas.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan bahwa kondisi yang tampak baik oleh kasat mata tidak bisa menjadi acuan. Sebab data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) maupun instansi lain menyebutkan titik merah masih ada namun dengan lapisan tanah di bagian bawah.
“Maksudnya kalo dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) semua seKalimantan itu masih merah termasuk Kota Palangka Raya, itu yang di 10 meter ke bawah dari permukaan tanah. Kemungkinan kalo lapisan tanah 10 ke bawah tidak dilakukan pembasahan satu dua hari akan nyala kembali. Bukan berarti tidak ada api, tidak ada asap kita tidak menyiram,” ujarnya kepada awak media.
Untuk itu, Fairid menyampaikan status tanggap masih akan dipertahankan sampai dengan tanggal 7 November 2026. “Karena situasinya berbeda, ini bukan lahan mineral. Ini lahan gambut jadi perlakuan khusus,” jelasnya mengkategorikan kompleksitas tanah.
Dengan demikian, Pemerintah Kota Palangka Raya menegaskan akan terus menyiagakan personel dan sarana prasarana pemadaman hingga kondisi bawah tanah benar-benar aman dari potensi kemunculan titik api susulan. (afa/ans/ko)






