Palangka Raya Siaga Karhutla, Patroli Gabungan Berlangsung hingga Dini Hari

oleh
oleh
Berlianto
Berlianto

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di Kota Palangka Raya. Meski hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah, upaya pencegahan tetap dilakukan. Tim relawan dari organisasi perangkat daerah (OPD) bahkan masih menyisir kawasan rawan hingga dini hari untuk memastikan potensi kebakaran dapat terdeteksi lebih awal.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palangka Raya Berlianto mengatakan, patroli gabungan terus dilaksanakan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Pemantauan dilakukan mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB.

“Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan sekaligus mempersempit peluang api berkembang sebelum petugas tiba di lokasi karhutla,” papar Berlianto, Minggu (1/11).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 20 personel dikerahkan. Mereka terdiri dari 10 anggota Satpol PP dan 10 personel Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palangka Raya.

Selain patroli darat, pengawasan juga diperkuat dengan pemanfaatan pesawat tanpa awak atau drone. Teknologi ini digunakan untuk memantau kawasan dari udara, terutama lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Menurut Berlianto, kecepatan mendeteksi titik api menjadi faktor penting dalam penanganan karhutla. Sebab, kebakaran yang terlambat diketahui berpotensi meluas dan menimbulkan dampak lebih besar.

“Dalam penanganan karhutla, kecepatan mendeteksi menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan, karena jika api terlambat diketahui berpotensi meluas, sehingga mengancam lingkungan, mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan menimbulkan dampak kesehatan akibat kabut asap,” jelasnya.

Ia menegaskan, patroli hingga dini hari bukan sekadar rutinitas pengawasan. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Berlianto menyebut, keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya ditentukan oleh kecepatan memadamkan api, tetapi juga kemampuan mencegah kebakaran sejak awal.

Karena itu, kewaspadaan masyarakat, kesiapan personel, dukungan teknologi, serta koordinasi lintas OPD menjadi faktor penting dalam menjaga Kota Palangka Raya dari ancaman karhutla. (afa/ans/ko)