PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Percepatan transformasi digital di Kota Palangka Raya dinilai masih menyisakan tantangan serius. Terutama terkait kesiapan layanan publik agar dapat diakses secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Seiring semakin masifnya penerapan sistem pembayaran digital dalam berbagai sektor, Ketua Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Mukarramah, mengingatkan agar modernisasi layanan tidak justru menimbulkan hambatan baru bagi kelompok tertentu.
Menurutnya, penggunaan teknologi digital semestinya menjadi solusi untuk mempermudah masyarakat, bukan sebaliknya mempersempit akses layanan, khususnya bagi lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat kurang mampu.
“Transformasi digital harus berorientasi pada kemudahan dan keadilan. Jangan sampai layanan publik menjadi eksklusif hanya bagi mereka yang melek teknologi,” ujarnya, Selasa (27/1).
Mukarramah menilai, masih banyak sistem pembayaran digital yang diterapkan belum mempertimbangkan kenyamanan pengguna, baik dari sisi tampilan aplikasi, alur transaksi, hingga minimnya pendampingan bagi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital.
Ia juga menyoroti kondisi masyarakat berpenghasilan rendah yang kerap terkendala perangkat. Sebut saja kendala mengenai jaringan internet, hingga kepemilikan rekening bank, sehingga berpotensi terpinggirkan dalam sistem layanan berbasis digital.
“Jika tidak diantisipasi sejak dini, digitalisasi justru bisa memperlebar kesenjangan sosial,” katanya.
Karena itu, Srikandi NasDem ini mendorong Pemko Palangka Raya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan sistem pembayaran digital di layanan publik, sekaligus memastikan adanya alternatif layanan yang tetap ramah bagi masyarakat yang belum siap sepenuhnya beralih ke sistem digital.
Selain itu, Mukarramah juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, guna memastikan perlindungan konsumen dan penguatan literasi digital masyarakat.
“Digitalisasi harus inklusif, berkeadilan, dan berpihak pada seluruh warga. Itu kunci agar transformasi digital benar-benar memberi manfaat nyata,” pungkasnya. (ham/ans/ko)







