Batik Channa Barito Diluncurkan, Angkat Identitas dan Ekonomi Kreatif Barsel

oleh
Ketua Dekranasda Barsel Hj. Permana Sari memperlihatkan motif Batik Channa Barito di Aula Setda Barsel, Senin (16/3).
Ketua Dekranasda Barsel Hj. Permana Sari memperlihatkan motif Batik Channa Barito di Aula Setda Barsel, Senin (16/3).

BUNTOK, Kaltengonline.com – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) melaksanakan soft launching Batik Channa Barito di Aula Setda Barsel, Senin (16/3). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Barsel Dr. H. Eddy Raya Samsuri, Wakil Bupati Khristianto Yudha, dan Pj Sekda Barsel Dr. Ita Minarni.

Bupati Eddy menyampaikan apresiasi kepada Dekranasda Barsel yang terus mendorong lahirnya karya kreatif dari daerah.

“Peluncuran Batik Channa Barito merupakan salah satu langkah nyata dalam upaya mengangkat potensi lokal sekaligus memperkuat identitas budaya daerah,” ungkapnya.

Ia menegaskan, batik ini bukan sekadar kain bermotif, melainkan cerminan identitas Barito Selatan — dari Sungai Barito sebagai urat nadi kehidupan masyarakat hingga kekayaan alam dan kreativitas warga setempat.

“Ketika budaya kita olah menjadi karya seperti Batik Channa Barito, yang tumbuh bukan hanya kebanggaan daerah, tetapi juga peluang ekonomi bagi masyarakat. Inilah yang kita harapkan dari pengembangan ekonomi kreatif di daerah,” tuturnya.

Eddy berharap batik ini tidak berhenti sebagai simbol semata, melainkan benar-benar hidup di tengah masyarakat dan dipakai dalam berbagai kegiatan pemerintahan maupun kemasyarakatan.

Baca Juga:  Safari Ramadan Barsel Ditutup Meriah

“Kita berharap suatu hari nanti, ketika motif batik ini hadir di berbagai kesempatan, orang akan langsung mengenalinya dan mengatakan, inilah batik dari Barito Selatan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Barsel, Hj. Permana Sari, menyebut peluncuran ini bukan sekadar peresmian produk kerajinan, melainkan bentuk komitmen bersama dalam melestarikan warisan budaya tak benda, sejalan dengan pengakuan UNESCO yang menetapkan batik sebagai warisan budaya bangsa Indonesia.

“Batik Channa Barito membawa narasi tentang keunikan daerah kita. Motifnya terinspirasi dari ikan Channa yang hidup di Sungai Barito, dipadukan dengan keindahan anggrek hitam yang tumbuh di hutan Kalimantan, serta aliran Sungai Barito yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Barsel,” tuturnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat Barsel untuk bangga menggunakan produk lokal, karena dengan memakai batik daerah, masyarakat turut memberikan dukungan nyata kepada para pengrajin dan pelaku ekonomi kreatif.

“Dekranasda Barsel akan terus berkomitmen melakukan pembinaan dan pendampingan kepada para pengrajin agar karya kerajinan daerah, termasuk Batik Channa Barito, dapat berkembang dan mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional,” tukasnya. (ena/ko)