MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara secara aktif melakukan upaya penyerapan anggaran daerah melalui penyerahan kendaraan operasional kepada perangkat daerah sepanjang Desember 2025.
Berbagai alat berat dan kendaraan dinas diserahkan sebagai bagian dari implementasi program 100 hari kerja Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT, dan Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingang A.Md.
Shalahuddin menyerahkan satu unit ambulan ICU untuk rujukan pasien darurat dan satu unit mobil operasional untuk Laboratorium Ke sehatan Masyarakat (Labkesmas) pada Selasa (23/12). Selain itu, menyerahkan 61 unit kendaraan roda dua yang dialokasikan untuk puskes mas pembantu guna meningkatkan mobilitas pelayanan ke sehatan gratis di masyarakat.
Selain bidang Kesehatan, Bupati juga menyerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran. Kendaraan tersebut terdiri dari satu unit tipe 5000 liter serta mobil pengangkut peralatan yang rencananya akan ditempatkan di Kecamatan Teweh Selatan, Lahei, dan wilayah lain untuk memenuhi standar pelayanan minimal.
“Tolong dirawat dan tingkatkan profesionalisme dan tanggung jawab aparatur,” Tegas Bupati Shalahuddin saat itu.
Sektor infrastruktur juga mendapat perhatian dengan diterimanya alat berat dari APBD Perubahan 2025 senilai Rp33,54 miliar oleh Dinas PUPR pada Jumat (12/12).
Bantuan tersebut mencakup tiga unit buldoser, tiga unit grader, tiga unit ekskavator, dan tiga unit compactor yang akan disebar ke enam kecamatan secara bertahap.
Dalam berbagai kesempatan penyerahan, Bupati Shalahuddin menekankan pentingnya optimalisasi penggunaan dan perawatan aset daerah tersebut. Ia secara tegas melarang penggunaan alat berat untuk disewakan atau dipakai di proyek kontraktor swasta, termasuk di area pertambangan dan perkebunan.
“Alat ini tidak untuk dirental atau disewakan. Tidak juga digunakan pada kegiatan yang sudah ada kontraknya.
Label dinas PUPR harus dipasang,” tegasnya lagi.
Bupati menekankan agar pemanfaatan fokus pada pembangunan jalan, jembatan, dan sentra pertanian yang dikelola pemerintah. Seluruh perangkat daerah diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme dan tanggung jawab dalam merawat sarana baru ini.
Dia berharap kelengkapan sarana prasarana ini dapat mendongkrak kualitas pelayanan publik, mulai dari kesehatan hingga akses transportasi dan pertanian.
“Berbagai kendaraan operasional dan lain-lain tersebut bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Penyerahan berbagai kendaraan operasional ini juga dimaknai sebagai upaya pemanasan sebelum bekerja maksimal di tahun depan.
Bupati menargetkan seluruh proses pengadaan dapat tuntas April mendatang untuk memberikan waktu penyerapan anggaran yang lebih panjang dan optimal bagi pembangunan daerah. (ren/nue/ko)







