PALANGKA RAYA, kaltengonline.com – Umat Katolik mengikuti kegiatan tablo Jalan Salib sebagai bagian dari tradisi iman untuk mengenang wafatnya Yesus Kristus pada Jumat Agung.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gereja Yesus Gembala Baik, yang merupakan salah satu paroki di wilayah Keuskupan Palangka Raya dan berlokasi di Jalan Tjilik Riwut Km 9.
Romo RP Cornelius Fallo, SVD menjelaskan, Jalan Salib merupakan tradisi dalam Gereja Katolik yang menggambarkan kisah sengsara Yesus sebagaimana tertulis dalam keempat Injil. Melalui tablo atau peragaan, umat dapat melihat secara nyata rangkaian peristiwa tersebut, mulai dari ekspresi, gerakan hingga emosi yang dialami Yesus.
Dalam tablo ini kita bisa melihat gerak-gerik, mimik, dan emosi. Ini ingin menggambarkan bahwa apa yang terjadi pada Yesus itu sungguh nyata,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pengorbanan Yesus merupakan bentuk kasih yang begitu besar kepada umat manusia. Yesus rela menumpahkan darah-Nya demi keselamatan manusia, meski tanpa kesalahan.
“Hari ini kita diajak untuk diam dan merenung, merefleksikan wafat Tuhan kita Yesus Kristus. Kita disadarkan bahwa keselamatan kita dibayar sangat mahal oleh cinta-Nya,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengutip ajaran Kitab Suci yang menyebutkan bahwa Yesus wafat untuk menebus manusia, sebagaimana juga ditegaskan oleh Santo Paulus dan Surat kepada Orang Ibrani.
“Melalui salib, kita menjadi pribadi yang berharga, dicintai, dan dihormati,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Romo Cornelius juga mengajak umat Paroki Yesus Gembala Baik untuk memaknai Jalan Salib sebagai sarana refleksi diri. Umat diajak untuk “menyalibkan” kelemahan, dosa, dan kekurangan dalam kehidupan sehari-hari.
“Bagaimana kita dapat menyalibkan kelemahan dan dosa kita, lalu menghadirkan kasih dalam keluarga, kehidupan menggereja, lingkungan, hingga masyarakat,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan sosial dengan menjauhi iri hati dan kebencian, serta menumbuhkan cinta kasih kepada sesama.
“Melihat kebaikan orang lain sebagai anugerah yang menginspirasi kita untuk juga berbagi cinta. Dengan begitu, kita juga menunjukkan cinta kepada Tuhan,” pungkasnya.
Umat Katolik Hayati Jalan Salib, Refleksi Pengorbanan Yesus Kristus







