Motor Pustaka Keliling Jadi Primadona Tingkatkan Literasi di Barito Utara

oleh
oleh
Motor Pustaka Keliling tampak digemari oleh anakanak yang sedang menghabiskan waktu minggu pagi bersama orang tua dengan membaca Buku-buku kegemaran masing masing di Taman Kota Muara Teweh (Bundaran Buah) pada Minggu (5/4) pagi.
Motor Pustaka Keliling tampak digemari oleh anakanak yang sedang menghabiskan waktu minggu pagi bersama orang tua dengan membaca Buku-buku kegemaran masing masing di Taman Kota Muara Teweh (Bundaran Buah) pada Minggu (5/4) pagi.

MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dissiptaka) Kabupaten Barito Utara terus berinovasi menumbuhkan minat literasi masyarakat. Berbagai program digencarkan, mulai dari duta baca, duta menulis, hingga kerja sama dengan sekolah. Namun, yang paling ramai digemari publik adalah layanan motor pustaka keliling yang hadir setiap Minggu pagi di dua lokasi strategis.

Kepala Dissiptaka Barito Utara, Fakhri Fauzi, mengakui bahwa tantangan utama adalah membangun kebiasaan membaca sejak usia dini untuk mem persiapkan generasi yang berkualitas.

“Instansinya tidak hanya mengandalkan fasilitas perpustakaan statis, tetapi juga bergerak aktif menjemput masyarakat,” ujar Fakhri Fauzi saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Salah satu program unggulan yang menyasar pelajar adalah duta baca. Kegiatan ini menggelar lomba membaca dan bercerita yang menyentuh murid-murid di setiap kecamatan.

Selain itu, program duta menulis juga difokuskan pada para guru guna meningkatkan kompetensi pendidik sekaligus memberi teladan bagi siswa.

Dissiptaka juga menjalin kerja sama dengan sejumlah sekolah. Melalui program kunjungan terpadu, para siswa diajak datang langsung ke perpustakaan milik Dissiptaka. Mereka bebas memilih dan membaca buku-buku sesuai minat masing-masing, tanpa tekanan target bacaan tertentu.

Baca Juga:  Penentuan Lokasi Jembatan Lahei I–Lahei Seberang Barito Utara Masih Dikaji

Namun, yang paling menyedot perhatian adalah layanan motor pustaka keliling. Setiap hari Minggu pagi, dua unit motor yang membawa beragam buku beroperasi di Taman Kota Muara Teweh yang dikenal dengan Bundaran Buah, serta di kawasan Bandara Lama Muara Teweh.

Anak-anak tampak antusias duduk di tikar atau bangku taman sambil membaca buku cerita bergambar.

“Layanan motor pustaka keliling termasuk yang paling ramai digemari. Anak-anak yang menghabiskan waktu bersama orang tua untuk menikmati hari Minggu banyak yang mampir membaca buku-buku kesukaan mereka,” jelasnya.

Fakhri menambahkan, kehadiran motor pustaka keliling tidak hanya mendekatkan akses buku, tetapi juga menciptakan suasana rekreasi literasi yang menyenangkan. Orang tua pun ikut terdorong menemani anak-anak mereka membaca, sehingga terbangun budaya literasi keluarga secara alami.

Ke depan, Dissiptaka Barito Utara akan lebih memaksimalkan layanan motor pustaka keliling serta memperkaya koleksi buku anak dan remaja. Dengan sinergi antara program duta baca, duta menulis, kunjungan sekolah, dan motor pustaka keliling, optimisme meningkatkan indeks literasi masyarakat Barito Utara pun terus menyala.(ren/nue/ko)