PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menjadi perhatian. Pemerintah daerah memastikan proyek strategis tersebut masih berada pada tahap perencanaan dan belum memasuki fase konstruksi.
Kepala Dinas Perhubungan Kalteng Yulindra Dedy menegaskan, kelanjutan proyek sangat bergantung pada kesiapan investor dan skema pembiayaan yang dinilai realistis serta menguntungkan secara finansial. Saat ini pemerintah masih menunggu pihak ketiga yang berminat untuk bekerja sama dalam pelaksanaan proyek tersebut.
“Masih proses perencanaan.Kita menunggu dari pihak ketiga yang berkenan untuk bekerja sama melaksanakan kegiatan ini. Nanti kalau sudah ada gambaran yang jelas, tentu akan kami sampaikan,” ujarnya, Selasa (7/4).
Menurutnya, terdapat dua alternatif jalur yang tengah dikaji. Opsi pertama adalah jalur eksisting dari Puruk Cahu menuju Batanjung melalui Bangkuang. Opsi kedua, jalur yang menghubungkan Puruk Cahu, melintasi Kabupaten Gunung Mas, hingga berakhir di Batanjung.
“Intinya, kita mengkaji mana yang lebih efektif dan efisien dari sisi pendanaan. Pada perencanaan sebelumnya, kebutuhan anggarannya memang cukup besar,” jelasnya.
Kajian tersebut mencakup aspek teknis, pembiayaan, serta potensi muatan yang dapat menjamin keberlanjutan operasional. Pemerintah daerah tidak ingin proyek ini kembali terhambat akibat persoalan pembengkakan biaya seperti yang terjadi pada rencana sebelumnya.
Terkait fungsi layanan, dirinya menyebutkan bahwa pada tahap awal, kereta api direncanakan untuk angkutan barang. Namun, tidak menutup kemungkinan akan dikombinasikan dengan angkutan penumpang di masa mendatang.
“Sementara ini fokus pada angkutan barang, sambil melihat kemungkinan untuk dikombinasikan dengan angkutan orang,” katanya.
Keputusan tersebut mempertimbangkan potensi komoditas unggulan daerah yang dapat diangkut melalui jalur rel, sehingga meningkatkan efi siensi distribusi dan daya saing ekonomi wilayah pedalaman menuju pelabuhan.
Pembangunan jalur kereta api dinilai strategis untuk memperkuat konektivitas antarwilayah di Kalteng, khususnya dari kawasan pedalaman seperti Puruk Cahu dan Gunung Mas menuju kawasan pesisir dan pelabuhan di Batanjung. Selain mempercepat distribusi logistik, kehadiran kereta api juga diharapkan mampu menekan biaya transportasi darat yang selama ini bergantung pada jalur jalan raya dan angkutan sungai. (ovi/ans/ko)

