ASN Kobar Diuji di Era Digital, Bahasa Jadi Kunci Profesionalisme Layanan Publik

oleh
oleh

Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Di tengah arus komunikasi yang serba cepat dan terbuka, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat menaruh perhatian pada satu hal yang kerap dianggap sepele: bahasa. Melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), digelar bimbingan teknis peningkatan kemahiran berbahasa bagi aparatur sipil negara, berlangsung pada 8 hingga 15 April 2026.

Sebanyak 130 ASN mengikuti kegiatan yang dibagi dalam dua angkatan. Mereka berkumpul di Aula BerAKHLAK, bukan sekadar untuk belajar tata bahasa, tetapi untuk memahami bagaimana bahasa bekerja di ruang digital—ruang yang menuntut ketepatan, kejelasan, dan tanggung jawab.

Pelaksana tugas Kepala BKPSDM Kobar, Syahruddin, menyinggung perubahan lanskap komunikasi pemerintahan. Menurutnya, digitalisasi telah menggeser cara birokrasi menyampaikan informasi kepada publik, sekaligus memperbesar risiko kesalahan dalam berbahasa.

Baca Juga:  Wabup Kobar Soroti Warung Remang dan Miras

Di titik itulah, bahasa Indonesia tidak lagi sekadar alat komunikasi, melainkan fondasi profesionalitas. “Administrasi pemerintahan yang baik harus ditopang oleh penggunaan bahasa yang tepat dan benar,” ujarnya dalam pembukaan kegiatan.

Kerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah menjadi bagian penting dalam upaya ini. Kepala balai, Sukardi Gau, menilai langkah yang diambil Kobar sebagai bentuk kesadaran yang jarang ditemukan di daerah lain.

Ia melihat, di tengah derasnya penggunaan bahasa campuran di ruang digital, komitmen terhadap bahasa Indonesia dalam dokumen resmi justru menjadi penanda kualitas tata kelola pemerintahan.

Bimtek ini, dengan demikian, tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga refleksi—bahwa di era digital, kecakapan berbahasa adalah wajah dari kredibilitas institusi.(bob)