Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

oleh
oleh
Bupati Barito Utara H Shalahuddin ST MT, Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, A.Md. dan Sekda Drs Muhlis saat memimpin rapat percepatan desain jembatan Sikan, Lemo, dan Lahei belum lama ini.
Bupati Barito Utara H Shalahuddin ST MT, Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, A.Md. dan Sekda Drs Muhlis saat memimpin rapat percepatan desain jembatan Sikan, Lemo, dan Lahei belum lama ini.

Pembangunan Jembatan Lahei-Lahei Seberang

MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara menargetkan pembangunan jembatan penghubung Desa Lahei I dan Lahei Seberang mampu memberikan dampak signifikan bagi pengembangan kawasan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Jembatan ini menjadi salah satu proyek prioritas dalam program Gaspol 11.12 yang digagas Bupati dan Wakil Bupati.

Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT menyatakan bahwa konektivitas antar desa menjadi tulang punggung pemerataan pembangunan di wilayah Barito Utara yang memiliki karakteristik geografis dengan banyak sungai. Jembatan Lahei-Lahei Seberang diharapkan memutus isolasi dan membuka akses transportasi yang lebih lancar bagi warga.

“Kami ingin jembatan ini tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai penggerak roda ekonomi. Akses yang baik akan menurunkan biaya logistik, memperlancar distribusi hasil pertanian, dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat Lahei,” katanya kepada media belum lama ini.

Program Gaspol 11.12 sendiri merupakan akronim dari Gerakan Akselerasi Pembangunan Olahraga, Infrastruktur, dan Ekonomi Kerakyatan. Melalui program ini, pemerintah kabupaten berkomitmen untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Baca Juga:  Tiang Pertama Jembatan Garuda Barito Utara Ditancapkan, Dorong Konektivitas dan Ekonomi Daerah

Bupati Shalahuddin menjelaskan bahwa pemilihan lokasi jembatan akan mempertimbangkan aspek manfaat maksimal bagi warga kedua desa. Tim teknis saat ini masih mengkaji beberapa alternatif titik agar jembatan dapat diakses secara merata oleh masyarakat dari berbagai dusun di sekitar Lahei I dan Lahei Seberang.

“Kami tidak ingin jembatan ini hanya menguntungkan segelintir warga. Oleh karena itu, kajian dampak sosial dan ekonomi juga menjadi bagian penting dalam feasibility study yang sedang berjalan,” ungkap Bupati Shalahuddin.

Pemerintah daerah juga berencana melibatkan masyarakat setempat dalam proses perencanaan partisipatif. Aspirasi warga akan menjadi bahan pertimbangan bersama hasil kajian teknis dari Dinas PUPR dan konsultan.

Dengan perencanaan yang matang dan fokus pada manfaat jangka panjang, Bupati Shalahuddin optimistis jembatan ini akan menjadi ikon baru kemajuan wilayah Lahei. Pembangunan yang tepat sasaran diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kawasan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (ren/nue/ko)