PALANGKA RAYA, kaltengonline.com – Kegiatan reses perseorangan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah di Daerah Pemilihan Palangka 2, tepatnya di Kelurahan Jekan Raya, dipenuhi berbagai keluhan masyarakat terkait infrastruktur dasar.
Salah satu warga, Budi dari Komplek Amaco, mengeluhkan kondisi Jalan Taurus VI dan VIII yang kerap tergenang banjir meski hujan hanya berlangsung sekitar 30 menit. Ia menilai hal ini disebabkan sistem drainase yang tidak berfungsi optimal.
“Setiap hujan sebentar saja langsung banjir. Ini jelas karena drainase tidak berjalan dengan baik,” ujarnya.
Keluhan serupa juga datang dari Ketua RT 5, H. Nurzaini. Ia menyampaikan bahwa usulan semenisasi jalan di Mendawai 6 dan 7 sepanjang kurang lebih 300 meter sudah diajukan berulang kali. Namun, realisasi di lapangan baru sekitar 40 meter dan kini terbengkalai tanpa kejelasan.
“Yang sudah dikerjakan malah berhenti, menyisakan gundukan yang mengganggu aktivitas warga,” katanya.
Selain itu, warga Jalan Keranggan XVI, melalui Ibu Fitria, juga mengusulkan perbaikan jalan yang selama ini diupayakan secara swadaya melalui gotong royong.
Usulan pembangunan drainase juga disampaikan oleh Taufik dari DPC Jekan Raya. Ia meminta agar dibuat saluran air dari Jalan Yogya hingga Jalan Tampung Penyang guna mengatasi genangan.
Sementara itu, Bachtiar dari RW 12 Panarung mengusulkan peningkatan jalan di kawasan Damang Batu sepanjang sekitar 350 meter. Hal senada disampaikan Asmuri, mantan Ketua RT, yang meminta perbaikan saluran pengaringan sepanjang 800 meter di Mendawai 7 karena kerap tersumbat sampah dan memicu banjir.
Tak hanya jalan, warga juga mengeluhkan persoalan pembangunan jembatan penghubung dari Mendawai menuju Jalan Sakan. Jembatan tersebut sangat dibutuhkan sebagai akses anak sekolah, namun hingga kini belum dapat dilanjutkan karena terkendala izin dari pihak terkait.(Bud)
Reses DPRD Kalteng di Jekan Raya, Warga Soroti Banjir hingga Jalan Rusak

