PANGKA RAYA, kaltengonline.com – Persoalan bantuan sosial (bansos) dan efektivitas program pemerintah menjadi sorotan dalam reses anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah di Kelurahan Jekan Raya, Kota Palangka Raya.
Sejumlah warga menilai penyaluran bansos masih belum tepat sasaran. Ketua RT 04 Kelurahan Palangka mengungkapkan, masih banyak warga yang layak justru tidak menerima bantuan, sementara yang tidak memenuhi kriteria malah terdata sebagai penerima.
“Pendataan selama ini kurang akurat. Harusnya melibatkan RT karena kami lebih tahu kondisi warga,” tegasnya.
Hal serupa juga disampaikan warga lainnya yang menilai masih adanya praktik tidak adil dalam penentuan penerima bansos, termasuk dugaan mengutamakan keluarga sendiri.
Keluhan datang dari Ibu Marni, seorang ibu tunggal dengan dua anak yang hingga kini belum pernah menerima bantuan sosial. Padahal, ia tidak memiliki tempat tinggal tetap dan penghasilannya tidak menentu.
“Saya berharap ada kejelasan kriteria penerima bansos, supaya benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Selain bansos, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mendapat sorotan. Beberapa warga menilai program tersebut belum efektif, baik dari sisi anggaran maupun pelaksanaan di lapangan.
Budi, salah satu warga, menyebut program MBG menyerap anggaran besar dari sektor penting seperti kesehatan dan pendidikan, namun kualitas makanan di beberapa titik masih belum layak.
Sementara itu, Ibu Marni juga mengusulkan agar bantuan dalam program tersebut lebih baik diberikan dalam bentuk uang.
“Anak saya sering tidak makan karena menunya tidak sesuai selera. Jadi kurang efektif,” katanya.
Di sisi lain, warga juga mengusulkan peningkatan keamanan lingkungan. Ibu Titik Handayani dari Jalan Merak mengajukan pengadaan CCTV untuk membantu menjaga keamanan di kawasan tempat tinggalnya.
Berbagai aspirasi tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian dan tindak lanjut pemerintah daerah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Bud)
Kepada Faridawaty, Warga Keluhkan Bansos Tak Tepat Sasaran hingga Program MBG

