PALANGKA RAYA, kaltengonline.com – Berbagai persoalan infrastruktur dan lingkungan mengemuka dalam kegiatan reses anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah di Kecamatan Pahandut.
Warga mengeluhkan kondisi Jalan Adonis Samad, tepatnya di kawasan Bandar Utama 1, yang hingga kini belum diaspal. Selain itu, banjir juga kerap terjadi dan mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk anak-anak yang hendak mengaji.
Tak hanya itu, keberadaan kandang sapi milik warga juga menjadi sorotan. Limbah kotoran sapi yang dibuang sembarangan dinilai mengganggu lingkungan sekitar.
“Baunya sangat mengganggu dan berdampak pada kenyamanan warga,” keluh salah satu peserta reses.
Keluhan juga disampaikan Sekretaris RT di kawasan Kecipir yang meminta peningkatan jalan dan perbaikan drainase di Jalan Lewu Tatau 18. Kondisi jalan yang rusak dinilai menyulitkan mobilitas warga, terutama saat musim hujan.
Selain infrastruktur, warga juga mengusulkan bantuan untuk usaha kecil. Salah satu warga meminta bantuan rehabilitasi warung berupa material kayu di kawasan Jalan G Obos, Gang Jawa.
Sementara itu, Ramlah mengusulkan bantuan alat kerja berupa cangkul dan parang untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Di sisi lain, warga bernama Nur menyoroti belum terealisasinya bantuan yang dijanjikan dalam pelatihan dasar PKBN, yakni berupa oven.
“Sudah dijanjikan, tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ujarnya.
Berbagai aspirasi tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Pahandut.(Bud)
Reses DPRD Kalteng di Pahandut, Warga Keluhkan Jalan Rusak, Banjir hingga Limbah Kandang Sapi

