Harga Cabai Tembus Rp80 Ribu per Kilogram, Pembeli di Pasar Kobar Mulai Kurangi Belanja

oleh
oleh

Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Kenaikan harga cabai kembali menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Barat. Dalam sepekan terakhir, harga sejumlah jenis cabai di pasar tradisional mengalami lonjakan cukup tajam hingga membuat pembeli mulai mengurangi jumlah belanja kebutuhan dapur mereka.

Pantauan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kobar menunjukkan cabai merah besar menjadi komoditas dengan kenaikan paling tinggi pada minggu kedua Mei 2026. Harga rata-rata cabai merah besar naik dari Rp62 ribu menjadi Rp73.333 per kilogram atau meningkat sekitar 18,28 persen dibandingkan minggu sebelumnya.

Selain cabai merah besar, cabai merah keriting dan cabai rawit merah juga ikut mengalami kenaikan harga. Kondisi tersebut dikeluhkan sejumlah pedagang karena pembeli mulai memilih membeli dalam jumlah sedikit dibanding biasanya. Kenaikan harga dinilai cukup memengaruhi aktivitas jual beli di pasar tradisional.

Plt Kabid Perdagangan Disperindagkop UKM Kobar, Muhammad Suhendra, mengatakan naik turunnya harga cabai dipengaruhi distribusi pasokan dari pemasok maupun pedagang besar. Ia menyebut harga sempat melonjak hingga Rp80 ribu per kilogram pada awal minggu sebelum perlahan turun di akhir pekan, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga:  TMMD Ke-128 Kodim 1014/Pbn Bangun Asa Baru Warga Desa Sungai Hijau

“Cabai merah besar dan cabai merah keriting memang sempat tinggi di awal minggu, namun menjelang akhir minggu mulai turun menjadi sekitar Rp70 ribu per kilogram,” ujarnya. Sementara itu, cabai rawit merah justru mengalami kenaikan dari Rp70 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram.

Di sisi lain, beberapa bahan pokok lain tercatat mengalami penurunan harga, seperti cabai rawit hijau, bawang putih, dan daging ayam ras. Meski harga sejumlah komoditas berfluktuasi, pemerintah daerah memastikan stok kebutuhan pokok di tingkat distributor masih aman. Pemantauan harga dan distribusi barang juga terus dilakukan untuk menjaga kestabilan pasokan di pasaran.