PALANGKA RAYA, kaltengonline.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Tengah kembali menggelar festival UMKM Pesona Tambun Bungai (PTB) 2026 sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan tahunan tersebut akan berlangsung pada 29–31 Mei 2026 di Atrium Duta Mall Palangka Raya.
PTB 2026 mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi dalam Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan”. Festival ini menjadi bagian dari strategi Bank Indonesia Kalimantan Tengah dalam memperkuat ekosistem ekonomi daerah melalui promosi produk unggulan UMKM, peningkatan akses pasar, pembiayaan, serta literasi keuangan masyarakat.
Dalam siaran pers Bank Indonesia disebutkan, sektor UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional maupun daerah. Di Kalimantan Tengah, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai 35,56 persen pada 2025 dengan jumlah UMKM sebanyak 164.621 unit usaha.
Selain itu, perkembangan transaksi digital di Kalimantan Tengah juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Bank Indonesia per Maret 2026, jumlah merchant QRIS di Kalimantan Tengah mencapai 412.097 merchant atau tumbuh 24,40 persen secara tahunan.
Bank Indonesia menyebut PTB 2026 diarahkan untuk mendorong UMKM naik kelas dan berdaya saing melalui penguatan transaksi digital, perluasan akses pembiayaan, hingga pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Kegiatan tersebut juga diselaraskan dengan program prioritas pemerintah daerah dan peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah serta Kalteng Expo 2026.
Berbagai kegiatan akan digelar dalam PTB 2026 melalui pendekatan “3E”, yakni Exhibition (Eksibisi), Education (Edukasi), dan Empowerment (Pemberdayaan). Rangkaian kegiatan meliputi showcasing produk UMKM, booth tematik, talkshow, edukasi literasi keuangan, lomba kreatif, hingga penguatan kapasitas pelaku usaha dan komunitas.
Melalui kegiatan tersebut, Bank Indonesia berharap Pesona Tambun Bungai 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi UMKM, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.(bud)







