Pertumbuhan Ekonomi Palangka Raya Tembus 5,94 Persen, DPRD Apresiasi Kinerja Pembangunan

oleh
oleh
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Tantawi Jauhari
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Tantawi Jauhari

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pertumbuhan ekonomi Kota Palangka Raya yang mencapai 5,94 persen pada Triwulan I Tahun 2026 mendapat apresiasi dari kalangan legislatif.

Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Tantawi Jauhari, menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa aktivitas ekonomi dan pembangunan daerah berjalan dalam jalur yang positif.

Menurutnya, angka pertumbuhan tersebut tidak hanya menunjukkan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga mencerminkan kinerja berbagai sektor produktif yang mampu menopang perekonomian daerah. Bahkan, pertumbuhan ekonomi Kota Palangka Raya tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Tengah maupun nasional.

Tantawi mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa Kota Palangka Raya memiliki daya tahan ekonomi yang cukup baik di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi secara global maupun nasional. Berbagai sektor usaha dinilai mampu tetap tumbuh dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Ini tentu capaian yang patut diapresiasi. Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,94 persen menunjukkan bahwa roda perekonomian daerah bergerak dengan baik dan berbagai sektor produktif mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah,” ujarnya, Selasa (9/6).

Baca Juga:  Operasi Telabang 2026 Dimulai, DPRD Ingatkan Warga Lengkapi Dokumen Kendaraan

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi yang stabil menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan, baik dari sisi infrastruktur, pelayanan publik, maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan ekonomi yang terus tumbuh, peluang peningkatan pendapatan daerah juga semakin terbuka.

Lebih lanjut, Tantawi menilai capaian tersebut harus menjadi motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjaga iklim usaha yang sehat dan kondusif. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting agar tren positif ini dapat terus berlanjut pada triwulan-triwulan berikutnya.

“Ini menjadi modal yang baik untuk pembangunan ke depan. Tinggal bagaimana pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat bersama-sama menjaga momentum positif ini agar pertumbuhan ekonomi terus meningkat dan kualitas hidup masyarakat semakin baik,” pungkasnya. (zia/ans/ko)