Palangka Raya Fair Naik Kelas, DPRD Dorong UMKM Bertemu Investor

oleh
oleh
Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi
Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Wajah baru Palangka Raya Fair mulai dipersiapkan. Agenda tahunan yang selama ini identik dengan pasar malam dan hiburan rakyat itu kini diarahkan menjadi ruang kolaborasi ekonomi kreatif yang mempertemukan pelaku usaha lokal dengan investor.

Transformasi tersebut mendapat dukungan penuh dari Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi. Menurutnya, perubahan konsep itu merupakan langkah strategis untuk memperkuat perekonomian daerah sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat.

“Palangka Raya Fair harus menjadi ruang yang mampu mempertemukan pelaku usaha dengan investor. Jika kolaborasi ini berjalan baik, akan tercipta peluang usaha baru yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya, Minggu (21/6).

Subandi menilai, sudah saatnya Palangka Raya Fair naik kelas dan tidak hanya berfungsi sebagai tempat hiburan masyarakat. Kegiatan tersebut harus mampu menghasilkan dampak ekonomi nyata melalui perluasan akses pasar, peningkatan jejaring bisnis, hingga terbukanya peluang investasi baru.

Dalam konsep terbarunya, Palangka Raya Fair tidak hanya menghadirkan pameran produk dan panggung hiburan. Berbagai pelaku ekonomi kreatif, mulai dari UMKM, komunitas seni, industri kopi, hingga pelaku usaha kuliner akan diberi ruang untuk mempromosikan produk sekaligus membangun kemitraan bisnis.

Ia menegaskan, kehadiran investor dalam kegiatan itu harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku usaha lokal. Menurutnya, momentum tersebut tidak boleh berhenti pada promosi produk semata, melainkan harus mampu melahirkan kerja sama yang berkelanjutan.

Baca Juga:  Buang Sampah ke Sungai di Palangka Raya Masih Marak, DPRD Dorong Pengawasan dan Sanksi

“Investor yang hadir harus benar-benar dimanfaatkan oleh pelaku usaha kita. Jangan hanya berhenti pada promosi produk, tetapi bagaimana dari pertemuan itu lahir kerja sama yang berkelanjutan dan berdampak terhadap perkembangan usaha,” tegasnya.

Subandi mengakui, banyak produk lokal di Palangka Raya memiliki kualitas dan daya saing yang baik. Namun, berbagai kendala seperti keterbatasan modal, akses pasar, dan jaringan usaha masih menjadi tantangan yang harus dihadapi pelaku usaha.

Karena itu, pertemuan langsung antara pelaku usaha dan investor dinilai dapat menjadi solusi untuk membuka peluang pengembangan usaha yang lebih besar.

Ia berharap Palangka Raya Fair 2026 mampu menjadi etalase potensi daerah sekaligus motor penggerak ekonomi masyarakat. Dengan konsep yang lebih inovatif, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga menghasilkan transaksi bisnis, kemitraan strategis, hingga investasi yang memberikan manfaat jangka panjang.

“Setiap kegiatan yang dilaksanakan pemerintah daerah harus memiliki nilai tambah bagi masyarakat. Tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mampu memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan warga, dan memperkuat ekonomi daerah di tengah persaingan yang semakin kompetitif,” pungkasnya. (zia/ko)