DPRD Palangka Raya Minta Antisipasi Krisis Pangan akibat Ancaman El Nino

oleh
oleh
Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya Tantawi Jauhari
Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya Tantawi Jauhari

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Ancaman El Nino yang berpotensi memicu kemarau berkepanjangan membuat DPRD Kota Palangka Raya meminta pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi krisis pangan. Produksi pangan, ketersediaan stok, hingga stabilitas harga kebutuhan pokok dinilai perlu dijaga sejak dini.

Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya Tantawi Jauhari mengatakan, pemerintah jangan menunggu dampak kekeringan dirasakan masyarakat. Penurunan curah hujan dalam waktu panjang dapat mengganggu produksi pertanian sekaligus menekan pasokan pangan di pasaran.

“Dampak El Nino terhadap sektor pangan tidak boleh dianggap remeh. Pemerintah harus menyiapkan langkah antisipasi sejak dini agar produksi pangan tetap terjaga dan masyarakat tidak menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok,” ujarnya, Senin (3/8).

Menurut Tantawi, dampak kemarau tidak hanya mengancam sektor pertanian. Perkebunan, peternakan, hingga perikanan juga berpotensi terdampak jika ketersediaan air terus menurun.

Karena itu, dinas terkait diminta memperkuat pendampingan kepada petani. Dukungan dapat dilakukan melalui penyediaan sarana produksi, pengelolaan irigasi, hingga pemanfaatan teknologi pertanian yang mampu beradaptasi dengan kondisi cuaca ekstrem.

“Jangan sampai ketika kemarau panjang terjadi, petani justru kesulitan mendapatkan sarana produksi atau menghadapi persoalan air. Pemerintah harus memastikan mereka mendapat pendampingan dan dukungan yang diperlukan supaya produksi pangan tetap berjalan,” katanya.

Di sisi lain, Tantawi meminta cadangan pangan daerah diperkuat. Stok pangan dinilai penting sebagai penyangga apabila produksi mengalami penurunan akibat kekeringan maupun gangguan lainnya.

Pengawasan distribusi bahan pokok juga harus diperketat. Pemerintah perlu memastikan pasokan tetap tersedia dan distribusi berjalan lancar sehingga tidak terjadi kelangkaan yang berpotensi mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen.

“Cadangan pangan daerah harus diperhatikan. Distribusi bahan pokok juga perlu diawasi agar pasokan tetap aman dan harga di pasaran bisa dikendalikan,” tegasnya.

Tantawi juga mengingatkan ancaman El Nino beriringan dengan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi lahan yang kering akibat minimnya hujan membuat api lebih mudah menyebar.

Karena itu, masyarakat diminta ikut mencegah karhutla. Salah satunya dengan tidak membuka lahan menggunakan api maupun membakar sampah sembarangan.

“Saya mengajak masyarakat berperan aktif mencegah karhutla. Dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga bisa mengganggu sektor pangan dan aktivitas masyarakat,” jelasnya.

Tantawi berharap pemerintah, petani, pelaku usaha, dan masyarakat memperkuat koordinasi menghadapi potensi dampak El Nino. Menurutnya, ketahanan pangan tidak sekadar memastikan bahan pangan tersedia, tetapi juga menjaga agar masyarakat tetap dapat membelinya dengan harga terjangkau.

“Ketahanan pangan di Kota Palangka Raya harus tetap terjaga dan inflasi pangan juga harus dikendalikan,” tandasnya. (zia/ko)