Elpiji 3 Kg Langka di Palangka Raya, Fairid Naparin Siap Sidak Distribusi dan Harga

oleh
oleh
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyampaikan kesiapan pemerintah kota menindaklanjuti laporan terkait kelangkaan dan mahalnya harga gas elpiji 3 kilogram di Kota Palangka Raya, Selasa (23/6).
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyampaikan kesiapan pemerintah kota menindaklanjuti laporan terkait kelangkaan dan mahalnya harga gas elpiji 3 kilogram di Kota Palangka Raya, Selasa (23/6).

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram yang disertai kenaikan harga di tingkat pengecer menjadi perhatian Pemerintah Kota Palangka Raya. Menanggapi informasi tersebut, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin memastikan akan segera melakukan penelusuran dan inspeksi apabila ditemukan laporan maupun indikasi adanya gangguan distribusi di lapangan.

Fairid menegaskan, pemerintah daerah tidak akan tinggal diam apabila terdapat keluhan masyarakat mengenai sulitnya memperoleh gas elpiji subsidi maupun harga jual yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) di kisaran harga Rp25 ribu hingga Rp28 ribu untuk di pangkalan.

“Kalau memang nanti ada laporan atau keluhan terkait elpiji yang langka dan harganya mahal, tentu akan kami tindak lanjuti. Nanti saya akan mencari tahu penyebabnya dan bagaimana kondisi sebenarnya di lapangan,” ujar Fairid, Selasa (23/6).

Meski demikian, pihaknya mengaku belum menerima laporan resmi dari organisasi perangkat daerah terkait mengenai kelangkaan gas elpiji 3 kilogram tersebut.

Pemerintah masih perlu memastikan kondisi riil yang terjadi di masyarakat. “Sebenarnya laporan seperti itu belum terjadi atau belum terdata di sini,” katanya.

Baca Juga:  Fairid Naparin Jagokan Inggris di Piala Dunia 2026, Siap Nobar Big Match Bersama Warga Palangka Raya

Fairid menjelaskan, Pemko Palangka Raya secara rutin memantau perkembangan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok melalui rapat koordinasi pengendalian inflasi yang digelar setiap pekan. Dari forum tersebut, pemerintah memperoleh berbagai data dan informasi yang menjadi dasar dalam mengambil langkah penanganan apabila ditemukan gejolak harga maupun distribusi barang.

Ia menyebut data yang diperoleh mencakup kondisi daerah, perkembangan harga dan ketersediaan komoditas di tingkat nasional serta provinsi. Informasi tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga kebutuhan masyarakat tetap terjaga.

“Setiap hari Senin kami melaksanakan rapat koordinasi infl asi. Dari situ diketahui berbagai data, termasuk kondisi di Kota Palangka Raya. Apa yang naik dan apa yang turun, baik secara nasional, provinsi, maupun kota,” ungkapnya.

Pemko Palangka Raya akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi barang kebutuhan masyarakat, termasuk gas elpiji bersubsidi.

Apabila nantinya ditemukan adanya kendala distribusi atau praktik yang menyebabkan harga melambung di tingkat konsumen, pemerintah akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi dan memastikan pasokan kembali normal. (afa/ans/ko)