PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Di musim hujan, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran drainase, kembali mendapatkan perhatian. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya mengingatkan kebiasaan membuang sampah sembarangan ke saluran air masih menjadi salah satu penyebab utama terjadinya genangan hingga banjir di kawasan perkotaan.
Wakil Ketua I Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Salundik menegaskan, menjaga kebersihan drainase merupakan langkah paling mendasar sekaligus efektif dalam mencegah terjadinya genangan air saat curah hujan tinggi. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar dengan tidak membuang sampah ke saluran drainase.
“Kesadaran masyarakat menjadi faktor penting. Drainase yang tersumbat oleh sampah akan menghambat aliran air dan berpotensi menimbulkan genangan, bahkan banjir ketika hujan deras turun,” ujar Salundik, Selasa (30/6).
Menurutnya, drainase yang bersih dan berfungsi optimal memiliki peran vital dalam sistem pengendalian banjir di kawasan perkotaan. Saluran air yang terawat mampu mempercepat aliran air hujan menuju titik pembuangan, sehingga risiko meluapnya air ke jalan maupun permukiman dapat diminimalkan.
Namun sebaliknya, apabila saluran drainase dipenuhi sampah atau mengalami pendangkalan akibat sedimentasi, kapasitas aliran air akan berkurang secara signifi kan. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan genangan yang tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat merusak infrastruktur dan menimbulkan masalah kesehatan lingkungan.
Salundik menegaskan, upaya menjaga kebersihan drainase tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah. Diperlukan kolaborasi dan kepedulian bersama antara pemerintah dan masyarakat agar sistem drainase di Kota Palangka Raya dapat berfungsi secara maksimal.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat juga harus memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan, termasuk tidak membuang sampah ke drainase,” tegasnya.
Selain mengajak masyarakat untuk lebih peduli, ia juga mendorong instansi terkait agar terus melakukan pemeliharaan dan pembersihan saluran drainase secara rutin, khususnya pada titik-titik yang selama ini rawan mengalami penyumbatan akibat tumpukan sampah maupun sedimentasi.
“Pembersihan secara berkala perlu dilakukan agar kapasitas drainase tetap terjaga. Dengan demikian, risiko genangan saat musim hujan dapat diminimalkan,” katanya.
Lebih lanjut, Salundik mengatakan bahwa kebersihan drainase tidak hanya berkaitan dengan persoalan banjir, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang sehat, nyaman, dan aman bagi masyarakat. Ia menambahkan, berbagai daerah di Indonesia juga terus menggalakkan program normalisasi dan pembersihan drainase karena terbukti efektif dalam mengurangi potensi banjir perkotaan.
“Menjaga drainase berarti menjaga lingkungan kita bersama. Jika saluran air bersih dan lancar, maka kenyamanan masyarakat juga akan lebih terjamin,” pungkasnya. (zia/ans/ko)







