Listrik Kerap Padam di Kobar, PLN Beberkan Penyebabnya

oleh
oleh
Manajer PT PLN (Persero) UP3 Pangkalan Bun, Agung Darmawan

Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Warga Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) masih harus menghadapi pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. PT PLN (Persero) UP3 Pangkalan Bun memastikan kondisi tersebut dipicu gangguan pada pembangkit di sistem interkoneksi Kalimantan, bukan karena gangguan pada jaringan listrik di Kobar.

Manajer PT PLN (Persero) UP3 Pangkalan Bun, Agung Darmawan, mengatakan keterbatasan daya dari sisi pembangkit membuat pasokan listrik belum mampu memenuhi kebutuhan pelanggan, terutama saat beban pemakaian mencapai puncaknya.

Akibatnya, pengaturan beban melalui pemadaman bergilir masih menjadi langkah yang harus dilakukan untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan agar tidak mengalami gangguan yang lebih luas.

Agung mengungkapkan kondisi sistem sebenarnya mulai menunjukkan perbaikan. Dalam beberapa hari terakhir, durasi pemadaman maupun jumlah pelanggan yang terdampak disebut sudah jauh berkurang dibandingkan sebelumnya.

“Pemulihan terus berjalan. Pada awal pekan ini sudah terlihat penurunan durasi padam dan jumlah pelanggan yang terdampak,” katanya saat diwawancarai, Selasa (7/7/2026).

Meski demikian, PLN memperkirakan proses pemulihan secara penuh baru dapat diselesaikan pada akhir September 2026. Hingga waktu tersebut, potensi pemadaman bergilir masih tetap ada mengikuti kondisi pembangkit.

Baca Juga:  Dari Kobar ke Panggung Nasional, Persebun Usung Misi Harumkan Kalteng di Piala Presiden U-12

Ia menjelaskan jadwal pemadaman yang diumumkan kepada masyarakat bukan bersifat mutlak. Jika kemampuan pembangkit meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan daya, pemadaman yang telah dijadwalkan dapat dibatalkan.

Sebaliknya, apabila terjadi lonjakan beban listrik sementara kapasitas pembangkit belum mencukupi, maka pengaturan beban tetap harus dilakukan demi menjaga kestabilan sistem interkoneksi Kalimantan.

Agung juga meluruskan anggapan masyarakat terkait penentuan wilayah yang dipadamkan. Menurutnya, PLN UP3 Pangkalan Bun tidak menentukan lokasi pemadaman karena kewenangan tersebut berada di pusat pengatur beban sistem interkoneksi Kalimantan di Banjarbaru.

Terkait kompensasi, PLN memastikan pelanggan tidak perlu mengajukan permohonan secara khusus. Apabila tingkat mutu pelayanan melampaui batas yang ditetapkan pemerintah, kompensasi akan diberikan secara otomatis sesuai regulasi yang berlaku.

PLN berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang terjadi karena gangguan berasal dari sisi pembangkit. Perusahaan juga memastikan upaya pemulihan terus dilakukan agar pasokan listrik di Kotawaringin Barat kembali normal secepatnya, dengan target sistem pulih sepenuhnya pada akhir September 2026.(bob)