KUALA KURUN, Kaltengonline.com – Musim kemarau mulai terasa di Kabupaten Gunung Mas. Hampir sebulan wilayah tersebut tidak diguyur hujan, sementara suhu udara terus meningkat. Kondisi itu dinilai meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan bergambut.
Ketua DPRD Kabupaten Gunung Mas, Binartha, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh musim kemarau. Ia meminta warga lebih berhati-hati dalam setiap aktivitas, baik di pekarangan maupun kawasan hutan, agar tidak memicu terjadinya kebakaran.
“Kalau melihat periodenya, cuaca saat ini sudah memasuki musim kemarau. Kondisi ini tentu meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di daerah yang memiliki lahan gambut. Karena itu, masyarakat harus lebih berhati-hati saat beraktivitas di pekarangan maupun di kawasan hutan,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Menurut Binartha, cuaca panas yang berlangsung cukup lama tidak hanya meningkatkan ancaman karhutla, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, seperti dehidrasi hingga infeksi saluran pernapasan apabila kebakaran memicu kabut asap.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api. Menurutnya, api kecil, termasuk dari puntung rokok yang dibuang sembarangan, bisa dengan cepat membesar saat kondisi lahan mengering.
“Sudah hampir satu bulan daerah kita tidak diguyur hujan. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan menjaga lingkungan agar terhindar dari kebakaran,” tegasnya.
Binartha juga mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif mencegah karhutla dengan tidak melakukan pembakaran sembarangan serta segera melaporkan kepada aparat jika menemukan titik api. Langkah cepat dinilai penting agar kebakaran dapat ditangani sejak dini sebelum meluas. (nya/ko)







