PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Suasana peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palangka Raya, Kamis (23/7), terasa berbeda. Di tengah proses pembinaan yang dijalani para anak binaan, momen tersebut menghadirkan secercah harapan melalui pemberian remisi, penyerahan ijazah pendidikan, hingga beasiswa. Pesannya sederhana, setiap anak tetap memiliki kesempatan untuk memperbaiki hidupnya.
Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, menilai peringatan Hari Anak Nasional di lingkungan LPKA bukan sekadar agenda seremonial. Baginya, kegiatan itu menjadi pengingat bahwa anak-anak yang sedang berhadapan dengan hukum tetap memiliki hak untuk tumbuh, belajar, dan menata masa depan.
“Atas nama DPRD dan Pemerintah Kota Palangka Raya, kami mengucapkan selamat Hari Anak Nasional. Semoga anak-anak Indonesia, termasuk yang sedang menjalani pembinaan di sini, tetap memiliki semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, empat anak binaan menerima Surat Keputusan (SK) Remisi Hari Anak Nasional. Pengurangan masa pidana yang diberikan berkisar antara satu hingga tiga bulan sebagai bentuk penghargaan atas perilaku baik serta kesungguhan mereka mengikuti program pembinaan selama berada di LPKA.
Tidak hanya itu, dua anak binaan juga menerima ijazah pendidikan kesetaraan Paket B dan Paket C serta beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP). Penyerahan hak pendidikan itu menjadi bagian dari upaya memastikan proses belajar mereka tidak berhenti meski sedang menjalani masa pembinaan.
Subandi mengatakan, kesempatan memperoleh pendidikan menjadi salah satu bekal penting agar anak-anak tersebut dapat kembali ke masyarakat dengan lebih siap. Menurutnya, kesalahan yang pernah dilakukan tidak seharusnya menghapus peluang seseorang untuk memperbaiki kehidupan.
Ia menegaskan bahwa keberadaan LPKA bukan sematamata sebagai tempat menjalani hukuman, melainkan ruang pembinaan yang memberi kesempatan kepada anak untuk berubah melalui pendidikan, pembentukan karakter, dan pengembangan keterampilan.
“Anak-anak di sini jangan sampai merasa ditinggalkan. Mereka tetap membutuhkan perhatian, dukungan, dan motivasi agar memiliki keyakinan bahwa mereka masih bisa bangkit. LPKA bukan tempat yang menutup masa depan mereka,” katanya.
Subandi juga mengapresiasi berbagai program pembinaan yang dijalankan LPKA Kelas II Palangka Raya. Menurutnya, berbagai hasil karya dan keterampilan yang ditunjukkan anak binaan menjadi bukti bahwa proses pembinaan berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif.
Ia melihat anak-anak binaan tidak hanya diarahkan untuk menjalani masa pidana, tetapi juga dibekali kemampuan yang dapat menjadi modal ketika kembali ke lingkungan masyarakat. (zia/ans/ko)







