Kotim Berpotensi Jadi Penyangga Produksi Pangan Nasional, Bupati Ajak Perkuat Sinergi Pertanian

oleh
oleh
Bupati Kotim H.Halikinnor didampingi wakil Bupati Irawati dan Pj Sekda saat turut serta melakukan tanam padi serentak seluas 50.000 hektare yang digelar secara nasional, Desa Kuin Permai, Kecamatan Teluk Sampit, Jumat (31/7).
Bupati Kotim H.Halikinnor didampingi wakil Bupati Irawati dan Pj Sekda saat turut serta melakukan tanam padi serentak seluas 50.000 hektare yang digelar secara nasional, Desa Kuin Permai, Kecamatan Teluk Sampit, Jumat (31/7).

SAMPIT, Kaltengonline.com – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) H. Halikinnor mengajak petani dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi untuk meningkatkan produksi pangan. Langkah tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam Padi Serentak seluas 50.000 hektare yang dilaksanakan secara nasional sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada pangan.

Ajakan itu disampaikan Halikinnor saat membuka Gerakan Tanam Padi Serentak di Kelompok Tani Karya Mufakat VII, Desa Kuin Permai, Kecamatan Teluk Sampit, Jumat (31/7).

Menurut Halikinnor, keberhasilan program swasembada pangan tidak hanya bergantung pada kebijakan yang dirumuskan pemerintah, tetapi ditentukan oleh pelaksanaan di lapangan melalui kerja keras para petani.

“Keberhasilan program nasional ini tidak ditentukan di ruang rapat, tetapi di hamparan sawah tempat para petani bekerja setiap hari,” kata Halikinnor.

Ia menjelaskan, ketahanan pangan kini menjadi tantangan strategis yang harus dihadapi secara serius. Perubahan iklim, pertumbuhan jumlah penduduk, gangguan rantai pasok, hingga dinamika geopolitik global dinilai dapat memengaruhi ketersediaan pangan suatu negara.

Meski demikian, Indonesia memiliki modal besar untuk menghadapi tantangan tersebut melalui kekayaan sumber daya alam, luasnya lahan pertanian, serta jutaan petani yang menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan kemandirian pangan.

Karena itu, pemerintah terus menjalankan berbagai program strategis guna meningkatkan produksi pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar negeri.

“Pemerintah terus memperkuat berbagai program strategis untuk memperkokoh ketahanan pangan nasional sehingga Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri di tengah berbagai tantangan global,” ujarnya.

Halikinnor menegaskan, Gerakan Tanam Padi Serentak bukan sekadar kegiatan seremonial. Program tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah, petani, penyuluh, dan seluruh pihak terkait dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif.

Menurutnya, peningkatan hasil pertanian harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga pendampingan kepada petani secara berkesinambungan.

“Gerakan tanam padi serentak yang kita laksanakan hari ini merupakan wujud nyata sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan setiap jengkal lahan produktif dapat dimanfaatkan secara optimal,” tegasnya.

Ia menilai Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki potensi pertanian yang terus berkembang dan berpeluang mengambil peran lebih besar sebagai salah satu daerah penyangga produksi pangan nasional.

Potensi tersebut, lanjut Halikinnor, perlu diperkuat melalui perluasan areal tanam, optimalisasi lahan, penerapan teknologi pertanian, serta peningkatan kapasitas dan kelembagaan petani.

“Bagi Kabupaten Kotawaringin Timur, kegiatan ini memiliki makna yang sangat penting. Daerah kita memiliki potensi pertanian yang terus berkembang dan menjadi salah satu penyangga produksi pangan nasional,” katanya.

Halikinnor menambahkan, terwujudnya swasembada pangan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keberhasilan program tersebut membutuhkan keterlibatan petani, penyuluh, dunia usaha, dukungan teknologi, serta kebijakan yang konsisten dan berpihak pada sektor pertanian.

Ia pun mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga semangat gotong royong dan memperkuat koordinasi agar produksi pangan di Kotim semakin meningkat.

“Keberhasilan mewujudkan swasembada pangan tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja, melainkan menjadi tanggung jawab kita bersama. Semoga ikhtiar yang kita lakukan hari ini memberikan hasil panen yang melimpah serta membawa kesejahteraan bagi para petani dan masyarakat,” tutupnya. (ko)