DPRD Gunung Mas ajak masyarakat jaga fasilitas umum

oleh
oleh
Rusmila
Rusmila

KUALA KURUN, Kaltengonline.com – Membangun fasilitas umum membutuhkan anggaran miliaran rupiah. Namun ketika merusaknya, kadang hanya butuh satu kaleng cat semprot atau sepasang tangan jahil dan benda tajam.

Fenomena coretan di dinding bangunan hingga rusaknya fasilitas publik di Kota Kuala Kurun menjadi sorotan Anggota DPRD Gunung Mas, Rusmila. Ia mengingatkan masyarakat, khususnya kalangan pemuda, agar berhenti menjadikan fasilitas umum sebagai sasaran vandalisme maupun aksi iseng yang justru merugikan semua pihak.

Menurut legislator yang akrab disapa Lelie itu, berbagai fasilitas yang dibangun pemerintah mulai dari gereja, Christian Center, jembatan, trotoar, taman kota hingga ruang publik lainnya merupakan aset bersama yang seharusnya dijaga, bukan dirusak.

“Banyak bangunan yang dicoret-coret oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Karena itu kami berharap tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para orang tua ikut mengingatkan generasi muda agar lebih peduli menjaga fasilitas umum,” ujarnya, belum lama ini.

Ia menegaskan, ruang publik dibangun agar masyarakat merasa nyaman saat beraktivitas, bukan malah kehilangan keindahannya akibat ulah segelintir orang.

“Tempat duduk yang awalnya bersih jadi penuh coretan. Bangunan yang sudah bagus malah dicat sembarangan sehingga merusak pemandangan. Jangan sampai fasilitas yang sudah disediakan pemerintah justru berubah menjadi korban tangan-tangan jahil,” katanya.

Rusmila mencontohkan kawasan bundaran di jantung Kota Kuala Kurun yang telah dilengkapi tempat bersantai dan sarana olahraga. Namun, di lapangan masih ditemukan bangku yang rusak, baut yang hilang, hingga beberapa aksesori fasilitas yang tidak lagi utuh.

Ia menilai pengawasan tidak bisa hanya dibebankan kepada instansi pemerintah. Peran masyarakat juga sangat dibutuhkan agar setiap kerusakan dapat dicegah sejak dini.

“Kalau melihat ada yang merusak, jangan cuek. Fasilitas umum itu dibangun dari uang rakyat dan menjadi aset daerah. Menjaganya bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (nya/ans/ko)