PALANGKA RAYA, kaltengonline.com – Sebanyak 3.542 mahasiswa baru Universitas Palangka Raya (UPR) mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026.
Ribuan mahasiswa tersebut tersebar di delapan fakultas dan 44 program studi. Mereka juga datang dari 136 daerah yang tersebar di 28 provinsi di Indonesia.
Berdasarkan data peserta PKKMB UPR 2026, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi fakultas dengan jumlah peserta terbanyak. Tercatat sebanyak 855 mahasiswa atau 24,1 persen dari total peserta.
Berikutnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan 635 mahasiswa atau 17,9 persen. Kemudian Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebanyak 549 mahasiswa atau 15,5 persen.

Selanjutnya, Fakultas Teknik memiliki 442 mahasiswa atau 12,5 persen, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 387 mahasiswa atau 10,9 persen, Fakultas Hukum 354 mahasiswa atau 10 persen, Fakultas Kedokteran 164 mahasiswa atau 4,6 persen, serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sebanyak 156 mahasiswa atau 4,4 persen.
Komposisi tersebut menunjukkan keberagaman mahasiswa baru UPR, baik dari sisi bidang keilmuan maupun daerah asal.
Dari 3.542 peserta, Kalimantan Tengah masih menjadi penyumbang terbesar dengan 3.047 mahasiswa. Disusul Sumatera Utara sebanyak 254 mahasiswa.
Sementara itu, terdapat 59 peserta yang belum mengisi daerah asal. Kemudian Kalimantan Selatan 56 mahasiswa, Jawa Timur 32 mahasiswa, Jawa Barat 21 mahasiswa, dan Jawa Tengah 12 mahasiswa.
Peserta lainnya berasal dari berbagai provinsi, mulai dari DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Lampung, Banten, Sumatera Barat, Aceh, Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Utara, Papua, Nusa Tenggara Barat, Kepulauan Riau, Bali, Papua Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta hingga Sulawesi Tenggara.
Rektor UPR Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU mengatakan, PKKMB menjadi pintu awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik dan kehidupan kemahasiswaan sekaligus memulai perjalanan pendidikan tinggi di UPR.
Ia berharap seluruh mahasiswa baru dapat menjalani pendidikan dengan serius dan menjauhkan diri dari berbagai perilaku negatif.
“Kita berharap mereka nantinya menjadi orang sukses. Mereka harus dapat menghindari tiga dosa besar pendidikan di Indonesia, yaitu perundungan atau bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi,” kata Salampak.
Selain itu, mahasiswa juga diminta menjauhi narkoba serta berbagai tindakan yang dapat merusak masa depan.
Menurutnya, mahasiswa harus serius dalam menempuh pendidikan karena tantangan ke depan semakin berat. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka dituntut mampu beradaptasi dan siap menghadapi dunia kerja serta berbagai persoalan di lapangan.
“Mahasiswa harus serius belajar, karena tantangan ke depan sangat berat. Mereka nantinya harus siap ketika terjun ke lapangan,” tegasnya.(Bud)







