PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Kebutuhan infrastruktur dasar masih menjadi persoalan utama yang disampaikan masyarakat saat anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) dari Daerah Pemilihan II melakukan reses di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan.
Anggota DPRD Kalteng, Ferry Khaidir mengatakan, sebagian besar usulan warga berkaitan dengan perbaikan akses jalan, sarana kesehatan, hingga fasilitas penunjang kegiatan ekonomi masyarakat pedesaan.
Salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan berasal dari Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau. Warga meminta perbaikan Jalan Kayu Ulin yang selama ini menjadi jalur penting aktivitas masyarakat di kawasan bantaran Sungai Mentaya.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan penyediaan ambulans, pembangunan jembatan dan gorong-gorong penghubung antarwilayah, serta penyelesaian pembangunan box culvert yang menjadi akses jalan desa.
“Usulan yang kami terima didominasi kebutuhan dasar masyarakat, terutama yang berkaitan dengan akses transportasi, pelayanan kesehatan, dan penunjang aktivitas ekonomi warga,” katanya, Senin (15/6).
Menurutnya, kebutuhan infrastruktur jalan masih menjadi prioritas karena berpengaruh langsung terhadap mobilitas warga, terutama petani dan pekebun yang setiap hari memanfaatkan jalur pedesaan untuk mengangkut hasil produksi.
Selain perbaikan jalan, warga juga mengharapkan bantuan bibit ternak seperti sapi, kambing, ayam, dan itik guna mendukung peningkatan pendapatan keluarga. Di beberapa wilayah, masyarakat turut mengusulkan pembangunan saluran irigasi untuk menunjang produktivitas sektor pertanian.
Permintaan lain yang mencuat adalah pemasangan lampu penerangan jalan umum serta peningkatan jaringan telekomunikasi agar konektivitas antarwilayah semakin baik.
Sementara itu, aspirasi yang disampaikan masyarakat Kecamatan Parenggean mencakup peningkatan fasilitas umum, pengecoran jalan lingkungan, renovasi posyandu, hingga dukungan terhadap sarana olahraga dan rumah ibadah.
“Semua masukan masyarakat akan kami kawal dan sampaikan kepada pemerintah. Harapannya, kebutuhan yang menjadi prioritas warga dapat direalisasikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah,” ujarnya. (ovi/ans/ko)







