Investasi SDM Jadi Kunci Tingkatkan Produktivitas Sawit Rakyat

oleh
oleh

PALANGKA RAYA – Peningkatan produktivitas sawit rakyat tidak selalu harus ditempuh melalui perluasan lahan. Penguatan pengetahuan dan keterampilan pekebun menjadi salah satu investasi penting untuk mengoptimalkan potensi kebun yang telah ada.

Pesan tersebut mengemuka dalam Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 yang diikuti 171 peserta dari Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Peserta mayoritas merupakan pekebun, ditambah enam aparatur sipil negara (ASN) terkait.

Pelatihan diselenggarakan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) pada 10–15 Agustus 2026 di Palangka Raya.

Wakil Direktur AKPY, Dr. Idum Satia Santi, S.P., M.P., mengatakan produktivitas kebun rakyat masih memiliki ruang yang besar untuk ditingkatkan. Karena itu, pekebun perlu terus memperbarui pengetahuan dan memperkuat kemampuan teknis dalam mengelola kebun.

“Dari sisi produktivitas masih rendah, mau tidak mau harus diakui seperti itu,” ujarnya, Senin (10/8/2026), di Palangka Raya.

Menurut Idum, keberhasilan pekebun tidak semata-mata ditentukan oleh luas lahan, tetapi juga oleh kemampuan mengelola kebun secara tepat dan menerapkan praktik budidaya yang sesuai.

“Petani yang hebat itu tidak hanya tergantung pada luas lahan, tetapi petani yang harus terus mau belajar dan berinovasi,” katanya.

Ia menambahkan, pengalaman yang telah dimiliki pekebun perlu diperkuat dengan ilmu pengetahuan dan data. Hal tersebut penting, terutama dalam pengambilan keputusan terkait pemilihan benih, pemupukan, hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).