Pangkalan Bun – Kisah 13 pemuda AURI yang terjun menggunakan parasut ke Kalimantan pada 17 Oktober 1947 kembali diungkap. Mereka menjalankan misi penting untuk mempertahankan Kalimantan sebagai bagian dari Indonesia di tengah blokade Belanda.
Kisah tersebut kini dirangkum dalam buku “Perjuangan Pemuda Dayak AURI: Kami Datang untuk Kalimantan”yang diluncurkan bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026).
Buku ini ditulis Komandan Lanud Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto, Kainfolahta Lanud Iskandar Letda Lek Ferry Ansyari dan Edithia F. Widiarti. Penyusunannya berdasarkan arsip, catatan pribadi para pejuang, dokumen keluarga, foto serta literatur lama.
Setelah kemerdekaan, Belanda melakukan blokade laut sehingga pengiriman pasukan dari Jawa ke Kalimantan sulit dilakukan. Gubernur pertama Kalimantan Mohammad Noor kemudian meminta bantuan Kepala Staf Angkatan Udara Komodor Udara Suryadi Suryadarma.
Marsma TNI (Hor) Tjilik Riwut dipercaya menyiapkan operasi penerjunan. Sebanyak 72 pemuda, 60 di antaranya putra Dayak, menjalani latihan penerjunan di Maguwo, Yogyakarta.







