Fairid Tegaskan PJJ Palangka Raya Bukan Libur, Tapi Menyesuaikan Kondisi Udara

oleh
oleh
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin berkoordinasi dengan tim penanganan karhutla di lapangan, belum lama ini.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin berkoordinasi dengan tim penanganan karhutla di lapangan, belum lama ini.

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya hingga saat ini menetapkan skema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara berkala bagi seluruh satuan pendidikan. Langkah ini diambil di tengah fluktuasi kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda wilayah Kota Cantik.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menegaskan, penentuan sistem belajar-mengajar di setiap sekolah akan berpatokan sepenuhnya pada pergerakan kondisi udara di wilayah masing-masing secara berkala. Pemko tidak ingin gegabah dan telah menyiapkan serangkaian parameter terukur sebelum mengembalikan siswa ke ruang kelas maupun mengalihkan ke sistem daring.

“Kita indikatornya tadi dashboard, ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara), kualitas udara, jarak pandang, dan lain-lain,” kata Fairid saat memberikan keterangan, Minggu (13/9).

Mengingat parameter kualitas udara di Palangka Raya sempat menyentuh angka yang terbilang tinggi dan berbahaya bagi kesehatan, keselamatan peserta didik menjadi prioritas teratas pemerintah daerah. Fairid mengaku telah memerintahkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya untuk segera memimpin rapat koordinasi bersama seluruh jajaran kepala sekolah.

Disdik diminta terus memantau data kondisi udara secara real-time sebelum memutuskan status operasional sekolah. Langkah PJJ sendiri diambil bukan untuk meliburkan siswa, melainkan memindahkan ruang belajar ke rumah demi meminimalisasi paparan polusi udara.

“Jadi PJJ ya bukan meliburkan, tapi PJJ. Itu sesuai dengan kondisi masingmasing daerah,” ujarnya.

Orang nomor satu di Palangka Raya itu kembali menggarisbawahi bahwa sistem PJJ ini bersifat sangat situasional dan fleksibel. Apabila tren indikator kualitas udara memburuk hingga berada pada level tidak sehat, sekolah dapat langsung memberlakukan PJJ.

Sebaliknya, jika kualitas udara membaik dan dinilai aman, pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah dipastikan kembali berjalan. (afa/ans/ko)