KUALA KAPUAS, Kaltengonline.com – Ribuan jamaah menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Halaman Masjid Agung Al-Mukarram Amanah Kuala Kapuas, Sabtu (12/9/2026) malam. Di tengah kemarau panjang, krisis air bersih dan kabut asap karhutla, momentum tersebut mengajak masyarakat kembali meneladani perjuangan dan akhlak Rasulullah SAW.
Peringatan yang digelar Pemkab Kapuas bersama PHBI Kabupaten Kapuas dan Pengurus Masjid Agung Al-Mukarram Amanah itu menghadirkan penceramah Al-Habib Ahmad Bin Novel Bin Salim Bin Jindan dari Jakarta.
Bupati Kapuas HM Wiyatno yang hadir didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Kapuas Hj. Siti Saniah Wiyatno mengatakan, Maulid Nabi tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Peringatan tersebut harus menjadi momentum memperkuat keimanan, kebersamaan dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan momentum bagi kita semua untuk mengenang kembali sejarah perjuangan, keteladanan, dan akhlak mulia Rasulullah SAW,” kata Wiyatno.
Menurutnya, keteladanan Rasulullah sangat relevan dengan kondisi masyarakat Kapuas yang sedang menghadapi berbagai ujian. Mulai kemarau panjang, krisis air bersih hingga kabut asap akibat karhutla.
“Di tengah cobaan kemarau yang sedang kita hadapi saat ini, mudah-mudahan kehadiran Habib dan tausiahnya bisa mendinginkan kita semua, agar segala ujian ini dapat kita lalui bersama dengan penuh kesabaran,” ujarnya.
Kepedulian terhadap kondisi masyarakat juga ditunjukkan dalam kegiatan tersebut. Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas membagikan 3.000 masker gratis kepada jamaah sebagai langkah perlindungan dari paparan kabut asap.
Selain itu, masyarakat diajak mengikuti Salat Istisqa atau salat memohon hujan yang akan digelar Senin (14/9/2026) pukul 08.00 WIB di halaman Masjid Agung Al-Mukarram Amanah.
Dalam tausiahnya, Al-Habib Ahmad Bin Novel Bin Salim Bin Jindan mengajak jamaah meneladani kesungguhan Rasulullah SAW dalam beribadah dan kemuliaan akhlaknya. Ia mengisahkan ketekunan Rasulullah mendirikan salat malam hingga kedua kaki beliau bengkak sebagai wujud syukur kepada Allah SWT.
Habib juga mengingatkan pentingnya menjadikan masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan dan penyebaran ilmu. Hal tersebut, menurutnya, telah dicontohkan Rasulullah SAW melalui pembinaan dan pengajaran umat di Madinah.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sosok pemimpin yang adil atau imamun ‘adil. Pemimpin harus mengedepankan ketakwaan serta berupaya memakmurkan rumah Allah dan memberikan kemaslahatan bagi masyarakat.
Peringatan Maulid Nabi tersebut dihadiri unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, Kepala Kantor Kemenag Kapuas, pimpinan MUI, PCNU, PD Muhammadiyah, pimpinan pondok pesantren serta masyarakat Kabupaten Kapuas.
Melalui peringatan itu, keteladanan Rasulullah SAW diharapkan tidak hanya dikenang, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun masyarakat Kapuas yang religius, rukun dan berkarakter. (art)






