PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Kabut asap pekat yang masih menyelimuti Kota Palangka Raya tidak hanya melumpuhkan jarak pandang, tetapi juga mulai mengancam kesehatan warga. Kualitas udara yang kian memburuk secara drastis, memicu peningkatan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kepungan asap memunculkan kekhawatiran, terkait akses pelayanan medis mulai bermunculan. Banyak masyarakat terdampak yang enggan memeriksakan kesehatannya ke fasilitas Kesehatan, lantaran terkendala ketiadaan jaminan kepesertaan BPJS Kesehatan.
Merespons persoalan tersebut, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Sigit Widodo, meminta masyarakat agar tidak menunda pengo batan hanya karena masalah administrasi. Ia menegaskan, pemerintah telah menjamin akses pelayanan kesehatan bagi warga terdampak cukup dengan menggunakan identitas kependudukan.
“Pak Gubernur kan sudah menggratiskan. Jadi, bagi warga yang tidak memiliki BPJS, selama ada Kartu Tanda Penduduk (KTP), pasti akan dilayani,” tegas Sigit, Senin (21/9).
Sigit menjelaskan, warga yang mulai merasakan keluhan pernapasan dapat langsung mendatangi rumah sakit milik pemerintah daerah, seperti RSUD dr. Doris Sylvanus. Di fasilitas kesehatan tersebut, pasien dipastikan akan lang sung mendapatkan penanganan medis sesuai dengan ketentuan dan kelas perawatan yang berlaku tanpa ditarik biaya.
Kemudahan akses ini, dinilai sangat krusial di tengah kondisi udara yang kian tidak bersahabat.
Politikus ini mengingatkan, warga untuk tidak meremehkan gejala awal seperti batuk, sesak napas, hingga iritasi tenggorokan yang timbul akibat paparan kabut asap yang berulang.
“Pemeriksaan sejak dini sangat penting dilakukan agar keluhan ringan yang muncul tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan membahayakan nyawa,” imbaunya.
Sigit menekankan, langkah perlindungan kesehatan masyarakat ini, mutlak harus berjalan beriringan dengan upaya masif penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Selama sumber titik api belum dipadamkan, kabut asap beracun akan terus menyelimuti area permukiman dan mengancam hajat hidup orang banyak. (zia/ko)






