Diare dan Iritasi Mata Mengintai Warga Kobar di Tengah Karhutla

oleh
oleh
Kepala Dinas Kesehatan Kobar Hardino

PANGKALAN BUN, kaltengonline.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kemarau panjang di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. Selain ISPA, warga perlu mewaspadai diare, iritasi mata, dan penyakit kulit.

Kepala Dinas Kesehatan Kobar Hardino mengatakan kemarau menyebabkan ketersediaan dan kualitas air di sejumlah wilayah menurun. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko diare jika air yang digunakan tidak diolah dengan baik.

“Kalau ISPA kemudian kalau diare, diare itu karena memang kekeringan sudah di mana-mana,” kata Hardino, Rabu (23/9/2026).

Dinkes Kobar juga mencatat keluhan iritasi mata akibat debu dan asap karhutla. Keluhan penyakit kulit turut ditemukan di tengah kondisi lingkungan yang kering.

Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), kasus diare akut sempat mencapai 183 kasus pada minggu epidemiologi ke-30. Angka tersebut kemudian turun menjadi 58 kasus pada minggu ke-36.

Hardino mengimbau masyarakat memastikan air konsumsi telah diolah, baik melalui pengolahan maupun direbus. Warga juga diminta menggunakan pelindung saat berada di lingkungan berasap atau berdebu dan segera memeriksakan diri jika mengalami keluhan kesehatan.

Dinkes Kobar merespons kondisi tersebut melalui edukasi di fasilitas kesehatan, pengoperasian puskesmas keliling, serta penguatan layanan Puskesmas Pembantu dan rumah oksigen.(bob)