PANGKALAN BUN, Kaltengonline.com — Kamis (24/9/2026), dua bayi orangutan bernama Dinas dan Mumi masih dirawat Balai KSDA Kalimantan Tengah di Pangkalan Bun setelah ditemukan terpisah dari induknya. Keduanya kini dalam kondisi sehat dan dipersiapkan untuk menjalani rehabilitasi.
Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pangkalan Bun, Balai KSDA Kalimantan Tengah, Handi Nasoka mengatakan Dinas merupakan bayi orangutan berusia tujuh bulan. Saat ditemukan, Dinas berada seorang diri tanpa induknya di sekitar.
“Yang masih kita rawat di sini ada dua individu orangutan bernama Dinas. Usianya baru tujuh bulan,” kata Handi.
Selain Dinas, terdapat Mumi yang diperkirakan berusia sekitar satu setengah tahun. Bayi orangutan ini juga ditemukan terpisah dari induknya dan kemudian mendapat penanganan dari petugas konservasi.
Handi mengatakan kondisi kedua orangutan tersebut kini sudah sehat setelah mendapatkan perawatan. Penanganan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi keduanya stabil sebelum memasuki tahap rehabilitasi.
Menurut Handi, keberadaan kedua bayi orangutan tersebut berkaitan dengan dampak karhutla terhadap satwa. Kondisi lingkungan yang terdampak kebakaran disebut menjadi bagian dari situasi yang dihadapi satwa liar.
Salah satu bayi orangutan itu rencananya dibawa ke Suaka Margasatwa Lamandau. Di lokasi tersebut terdapat mitra konservasi yang akan membantu proses rehabilitasi.
“Yang satu kita bawa ke SM Lamandau. Di sana ada mitra kita yang akan melakukan rehabilitasi,” ujar Handi.
Namun, pengiriman menuju lokasi rehabilitasi masih menunggu kondisi sungai kembali normal. Saat ini sungai sedang surut sehingga perjalanan menuju lokasi belum dapat dilakukan.
BKSDA akan mengantarkan orangutan tersebut setelah akses sungai memungkinkan. Selama menunggu, Dinas dan Mumi tetap berada dalam perawatan dan pemantauan petugas.
“Keduanya ini dampak dari karhutla dan alhamdulillah sekarang keduanya sudah sehat,” kata Handi. (ko)






