PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya. Kondisi itu membuat tandon berkapasitas 10 ribu liter di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Palangka Raya dimanfaatkan sebagai salah satu titik pasokan air bagi tim pemadam.
Selama sekitar dua pekan terakhir, tandon tersebut rutin dimanfaatkan tim gabungan, termasuk personel Yonif TP. Air digunakan untuk mengisi kembali persediaan unit pemadam sebelum kembali menuju lokasi kebakaran.
Sekretaris DPRD Kota Palangka Raya Yustinus Gunihardi mengatakan, dukungan pasokan air diberikan setiap hari dengan menyesuaikan kebutuhan tim di lapangan. Terlebih, tidak semua unit pemadam dapat mengambil air secara langsung dari parit.
“Kami di Sekretariat DPRD men-support kebutuhan air untuk satgas karhutla. Ini sudah berjalan sekitar dua minggu terakhir,” kata Yustinus, Sabtu (19/9).
Menurutnya, tandon tersebut memiliki kapasitas sekitar 10 ribu liter. Lokasinya yang relatif dekat dengan sejumlah titik kebakaran membuat petugas dapat memperoleh tambahan air tanpa harus menempuh jarak lebih jauh.
“Tim dari Yonif mengambil persediaan air di tempat kami karena unit yang mereka gunakan tidak memungkinkan mengambil air langsung dari parit. Mereka membutuhkan air dan kami bisa membantu menyediakannya,” jelasnya.
Pasokan air dari tandon DPRD juga dimanfaatkan untuk mendukung penanganan karhutla di sekitar Jalan Soekarno. Kedekatan lokasi menjadi pertimbangan petugas untuk mengambil air di lingkungan DPRD.
“Kebutuhan air ini kami siapkan setiap hari. Sumber air saat ini memang terbatas, sehingga kami berupaya mendukung semaksimal mungkin agar penanganan karhutla dapat berjalan lancar,” pungkasnya. (zia/ko)






