Status Karhutla Palangka Raya Sedang, Fairid Soroti Buruknya Kualitas Udara

oleh
oleh
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin saat memimpin rapat di Pemko, belum lama ini.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin saat memimpin rapat di Pemko, belum lama ini.

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, memberikan tanggapan terkait penetapan status Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Palangka Raya yang masuk dalam kategori sedang dari pemerintah pusat. Padahal, kondisi kabut asap dan kualitas udara di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah ini dirasakan sangat buruk oleh masyarakat.

Saat ditemui wartawan Fairid mengaku tidak mengetahui secara pasti kriteria atau indikator yang digunakan oleh pemerintah pusat dalam menetapkan pemetaan status tersebut, khususnya jika dibandingkan dengan daerah lain seperti Kabupaten Seruyan yang masuk kategori parah.

“Kalau mengenai indikator yang digunakan pemerintah pusat, saya tidak tahu. Sebetulnya, kalau saya berbicara dari sisi kebakarannya,” ujar Fairid Naparin, Rabu (28/10).

Fairid menjelaskan, buruknya kualitas udara dan pekatnya kabut asap di Palangka Raya tidak semata-mata berasal dari titik kebakaran di dalam kota. Pergerakan arah angin dari berbagai wilayah tetangga turut membawa asap masuk dan terkonsentrasi di Palangka Raya. “Kalau berbicara mengenai kualitas udara di Palangka Raya, kondisinya sangat tidak baik. Sebab, asap itu tidak hanya berasal dari Palangka Raya,” tuturnya.

Ia menambahkan, pergerakan angin dan titik panas (hotspot) dapat dipantau secara transparan melalui dashboard resmi milik pemerintah kota. Berdasarkan pemantauan tersebut, pergerakan asap berhembus dari berbagai penjuru menuju wilayah kota.

“Arah angin terlihat dari berbagai arah, tidak hanya dari Kota Palangka Raya. Dari barat, selatan, maupun utara, terlihat bagaimana pergerakan angin menuju kota ini. Kita juga bisa melihat apakah ada titik-titik kebakaran di luar Kota Palangka Raya,” jelasnya sembari menyampaikan bahwa pihak pemkot telah menyediakan tautan dan barcode akses dashboard tersebut untuk publik.

Mengenai perbandingan dengan daerah lain seperti Kabupaten Seruyan yang dikategorikan sangat parah, Fairid menyebutkan bahwa karakteristik wilayah juga memengaruhi besarnya dampak kebakaran, seperti keberadaan kawasan taman nasional di daerah tersebut. (afa/ans/ko)