PANGKALAN BUN, kaltengonline.com – Peredaran etomidate melalui rokok elektrik atau vape terungkap di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Polisi mengamankan 362 cartridge yang diduga mengandung zat anestesi tersebut dengan estimasi nilai jual mencapai Rp253,4 juta.
Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Joko Handono mengungkapkan, temuan ini menjadi perhatian karena vape diduga dimanfaatkan sebagai sarana mengonsumsi zat yang bukan peruntukannya. Hal itu disampaikannya, Selasa (3/11/2026).
Dari hasil pengungkapan, polisi menyita 362 cartridge dengan bentuk dan kemasan tidak biasa. Bahkan, sebagian produk dibuat menyerupai narkotika jenis sabu sehingga kandungannya tidak mudah dikenali dari tampilan luar.
Berdasarkan perkiraan harga jual Rp700 ribu per cartridge, total nilai barang bukti tersebut mencapai Rp253.400.000.
Polisi menduga cairan dalam cartridge mengandung etomidate, yakni obat anestesi kerja singkat yang digunakan dalam tindakan medis untuk membantu pasien kehilangan kesadaran. Zat tersebut tidak diperuntukkan bagi konsumsi bebas dan penggunaannya harus sesuai prosedur medis.
Saat ini, polisi masih mendalami asal cartridge dan jalur distribusinya. Penyelidikan juga diarahkan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan peredaran lintas provinsi serta pihak-pihak yang memasok produk tersebut.
Joko mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penyalahgunaan vape. Menurutnya, rokok elektrik tidak selalu berisi cairan yang aman, terutama jika dicampur dengan zat berbahaya di luar peruntukannya.
Ia juga menyoroti potensi penyalahgunaan vape di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Karena itu, pencegahan membutuhkan keterlibatan keluarga, lingkungan kerja, dan masyarakat.
Polisi memastikan pengembangan kasus terus dilakukan untuk membongkar jaringan pemasok dan peredaran cartridge yang diduga mengandung etomidate tersebut. (yusbob)






