Ikonik Kalteng Diresmikan Tahun Ini

oleh
oleh
PEMBANGUNAN: Pembangunan renovasi Bundaran Besar Palangka Raya ditargetkan rampung bulan Agustus dan akan diresmikan akhir tahun 2023.

PALANGKA RAYA-Dalam rangka mewujudkan Kalteng Makin BERKAH dan bermartabat, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran bersama Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng H Edy Pratowo terus melakukan percepatan pembangunan di penghujung masa jabatan yang akan berakhir pada 2024 mendatang. Program-program startegis itu seperti food estate, shrimp estate, serta penyediaan infrastruktur yang handal terus dipacu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tidak hanya pembangunan program strategis, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng atas inisiasi Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran juga tengah membangun dan merenovasi bangunan-bangunan monumental dan bersejarah di antaranya renovasi Bundaran Besar Palangka Raya, Bundaran Mahir Mahar dan pengembangan Jembatan Kahayan dan sekiatarnya dilengkapi dengan pembangunan water front city. Bangunan-bangunan landmark ikonik Kalteng ini ditargetkan selesai dan diresmikan akhir tahun 2023.

Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran mengatakan alasan pembangunan ikonik di Kota Palangka Raya ini agar Kalteng sebagai provinsi yang beririsan dengan ibu kota negara (IKN) Nusantara betul-betul mampu menjadi penyangga dari segala sektor.

“Tanpa mengenyampingkan program-program strategis pro kerakayatan, membangun ikon di Kota Palangka Raya sebagai Ibu Kota Provinsi Kalteng itu penting, karena Palangka Raya adalah gerbang dan wajah dari provinsi Kalteng,” kata gubernur, Senin (15/6).

Menurutnya bangunan-bangunan ikonik dan bersejarah yang ada saat ini belum mampu menjadi daya tarik dan daya pikat, karena hanya sekedar bangunan tanpa disertai sentuhan-sentuhan artistik yang modern. Dengan demikian bangunan yang ada hanya sebagai bangunan statis yang tidak memiliki dampak kepada sektor lain, seperti pariwisata dan ekonomi kreatif.

Baca Juga:  Kuota Program Satu Rumah Satu Sarjana Diperluas

“Bangunan yang ada saat ini hanya tenggelam dalam balutan sejarah, harus ada inovasi dan kreativitas yang visioner menembus masa depan, sehingga memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi tapi juga mampu berkembang menjadi salah satu destinasi wisata dan pengembangan ekonomi kretaif yang unggul,” tegasnya.

Misalnya dalam renovasi Bundaran Besar Palangka Raya yang tengah berlangsung saat ini. Bundaran Besar memiliki sejarah yang sangat penting, bukan hanya berada di jantung Kota Palangka Raya, sebagian ahli menyebut bahwa bundaran ini merupakan center of the world.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Shalahuddin mengatakan bahwa progress renovasi Bundaran Besar Palangka Raya sudah mencapain 26,237 persen, yang mencakup struktur atas menara (elevasi +23,40 meter) toilte, diorama museum budaya, museum perjuangan dan pekerjaan lansekap struktur untuk kolom besar sebanyak empat buah.

“Untuk pekerjaan tunel terowongan bawah tanah menunggu alat berat untuk penggalian tanah. Untuk seluruh pekerjaan struktur ditargetkan bulan Agustus sudah rampung, dan seluruh pekerjaan ditargetkan selesai 29 desember 2023,” ucapnya.

Sebagai informasi, dalam renovasi ini terdapat beberapa bangunan tambahan seperti menara talawang, museum, biorama, teater yang dilengkapi tempat duduk untuk menonton pertunjukan, serta kolam untuk penghijauan kota. Penataan tersebut tidak merubah bentuk asli Bundaran Besar Palangka Raya. (ko)