Bidan Ujung Tombak Pencegahan Stunting

oleh
oleh
MENGHADIRI: Penjabat Bupati Barito Selatan Deddy Winarwan saat menghadiri suatu kegiatana di Buntok, beberapa waktu lalu.

BUNTOK – Penjabat Bupati Barito Selatan Deddy Winarwan mengatakan, bidan muncul sebagai wanita terpercaya dalam mendampingi dan menolong ibu melahirkan. Peran bidan di masyarakat sangat dihargai dan dihormati. Karena tugasnya yang sangat mulia. Yaitu memberi semangat, membesarkan hati dan mendampingi serta menolong ibu melahirkan sampai merawat bayinya dengan baik.

Bidan dapat bekerja mandiri. Di samping itu, perannya di dalam pelayanan kolaboratif sebagai mitra dalam pelayanan medis terhadap ibu, bayi dan anak serta sebagai anggota tim kesehatan dalam pelayanan kesehatan keluarga dan masyarakat. Bidan juga merupakan ujung tombak pencegahan stunting di masyarakat.

“Melihat peran bidan di Indonesia tidak hanya seperti dukun paraji atau dukun kampung di masa lalu, yang hanya membantu persalinan. Tapi sekarang bidan itu yang menjadi penyuluh juga menjadi pendamping, bahkan menjadi penggerak dari pembangunan kesehatan, khususnya kesehatan reproduksi. Bahkan kehadiran bidan ini sangat membantu pemerintah lantaran kehadirannya saat ini ada di semua desa di Indonesia, baik yang padat penduduknya maupun yang terpencil di pelosok-pelosok,” kata Deddy Winarwan saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) tahun 2023 Kabupaten Barito Selatan (Barsel) di Aula Jaro, Buntok.

Saat ini, menurut Deddy, yang menjadi pekerjaan rumah besar Kabupaten Barsel adalah mencegah stunting dan 6 fokus utama yang harus dikerjakan. Yaitu pemberian obat tambah darah (FE) ibu hamil minimal 90 tablet selama kehamilan, ibu hamil mengikuti kelas ibu hamil 4 kali selama kehamilan, membawa balita ke posyandu untuk memantau tumbuh kembangnya, Pemberian Makanan Tambahan Balita (PMBA), jamban sehat dan cuci tangan pakai sabun (CTPS).

Baca Juga:  Bupati Hadiri Al Hidayah Berbagi

Dari 6 fokus utama ini, ada 2 yang dikerjakan bidan. Yaitu pemberian tablet FE dan kelas ibu. Empat lainnya terintegrasi dengan program kesehatan lainnya serta persalinan minimal dengan 4 (empat) tangan (2 bidan) dan harus di fasilitas kesehatan. “Dengan peran bidan, saya berharap, harapan hidup dan angka kematian bayi maupun ibu melahirkan terus menurun dan bisa ditekan,” tegasnya.

Pj Bupati berharap IBI Barsel bisa terus berkontribusi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat mulai dari sebelum kehamilan, kehamilan, persalinan, nifas dan kesehatan anak.

“Sesuai dengan komitmen bidan dalam pembangunan kesehatan di Indonesia peringatan HUT ke-72 IBI tahun 2023. Mari kita cintai profesi bidan ini dengan memperkuat persatuan dan persaudaraan dalam wadah organisasi ini sehingga IBI menjadi organisasi yang bermartabat sejajar dengan organisasi lain, bahkan pemkab akan memprioritaskan baik untuk penerimaan CPNS dan P3K untuk kebutuhan tenaga guru dan kesehatan hingga pelosok desa. Selain itu, sarana dan prasarana puskesdes juga menjadi perhatian kami,” tutupnya. (ko)