SAMPIT-Kericuhan yang terjadi di Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan akhir pekan lalu menelan satu korban jiwa. Korban diduga meninggal akibat terkena peluru tajam yang diduga berasal dari pihak kepolisian yang berusaha membubarkan massa. Dalam kejadian tersebut, aparat juga mengamankan 20 warga.
Kasus itu mendapat respons dari Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran dan Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng H Agustiar Sabran.
Terhadap 20 warga Desa Bangkal yang ditahan di Mapolres Kotawaringin Timur (Kotim), H Agustiar Sabran pasang badan dan menjamin kebebasan mereka. Sugianto dan Agustiar diketahui mendatangi langsung Polres Kotim pada Minggu malam (8/10).
“Sekitar pukul 23.00 WIB, Gubernur Kalteng bersama Ketua DAD Kalteng datang langsung untuk memberikan jaminan kebebasan kepada mereka,” ujar Kepala Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) Kotim Fitriansyah, Senin (9/10).
Dikatakannya, usai dijamin oleh kedua orang berpengaruh di Kalteng, para warga yang ditahan itu langsung diantar ke kediaman masing-masing dengan pengawalan pihak Batamad Kotim.
“Usai dibebaskan, mereka langsung dipulangkan ke rumah masing-masing. Kami (Batamad Kotim, red) yang mengawalnya,” ucapnya.
Fitriansyah menambahkan, kepulangan 20 warga yang sempat ditahan itu langsung disambut gembira oleh warga Desa Bangkal. Para warga berharap permasalahan serupa tidak terulang kembali di kemudian hari, apalagi kericuhan yang sampai merenggut korban jiwa.
“Saat mereka (warga, red) tiba, langsung disambut gembira oleh keluarga dan kerabat. Mereka berterima kasih karena sanak saudaranya telah dibebaskan,” tutupnya. (ko)







