PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Permasalahan infrastruktur dasar khususnya jalan dan jembatan penghubung, masih menjadi aspirasi utama masyarakat di wilayah daerah pemilihan (Dapil) I Kalimantan Tengah. Hal ini disampaikan saat kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Siti Nafsiah, usai reses di wilayah Kabupaten Katingan dan Gunung Mas.
Ia menyebut saat musim hujan sebagian jalan tidak bisa dilalui karena tergenang dan berlumpur, bahkan ada desa yang hingga kini belum memiliki akses darat sama sekali. “Masih banyak daerah yang mengandalkan jalur sungai untuk bepergian dan mengangkut hasil pertanian,” kata Siti Nafsiah, Senin (10/11).
Politisi Partai Golkar ini menyebut, keterbatasan infrastruktur transportasi berdampak besar pada biaya logistik, pergerakan barang dan jasa, serta aktivitas ekonomi masyarakat. Tak hanya itu, siswa di daerah terpencil juga kesulitan berangkat ke sekolah dan warga kerap kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan saat darurat.
“Jalan dan jembatan bukan sekadar fasilitas fisik, tapi urat nadi pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat,” tegasnya.
Ia menilai pembangunan infrastruktur dasar harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Sebab tanpa akses transportasi yang layak, potensi daerah sulit berkembang dan ketimpangan antarwilayah semakin lebar.
“Kalau jalan rusak dan jembatan tak bisa dilalui, jangan bicara pemerataan pembangunan. Itu sebabnya kami terus menyuarakan hal ini dalam setiap pembahasan di DPRD,” ujar Ketua Komisi II DPRD Kalteng tersebut.
Dalam kesempatan itu, Siti menuturkan, masyarakat berharap agar pemerintah memperhatikan ruas-ruas penghubung antar-kecamatan yang menjadi jalur vital kegiatan ekonomi warga. Beberapa di antaranya bahkan sudah bertahun-tahun belum mendapat sentuhan perbaikan. “Kami hanya ingin bisa lewat dengan aman tanpa harus khawatir kendaraan terjebak lumpur,” ungkap salah satu warga yang hadir. (*afa/ans/ko)







