JAKARTA, Kaltengonline.com – Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, S.T., M.T bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan menegaskan bahwa program unggulan daerahnya, Gerakan Akselerasi Program Unggulan dan Prioritas (Gaspol) 11-12, dilahirkan dari visi politiknya untuk menjawab kebutuhan konkret masyarakat.
Program ini merupakan pengejawantahan dari 11 program unggulan dan 12 program prioritas yang diusungnya selama kampanye pilkada.
Secara filosofi , istilah “Gaspol” dipilih sebagai metafora untuk kerja pemerintahan yang diharapkan bergerak cepat dan bertenaga penuh.
“Maksud dari gaspol itu kecepatan tinggi sehingga diharapkan bisa bekerja dengan kecepatan dan kekuatan semaksimal mungkin dengan seluruh stake holder yang terlibat,” kata Bupati, Senin (26/1).
Landasan program ini, menurutnya, telah teruji melalui interaksi langsung dengan warga di 19 kecamatan selama masa sosialisasi.
Hampir semua masalah yang diangkat masyarakat di tingkat desa dan kelurahan dapat diakomodir dalam kerangka 11-12 program tersebut.
“Sehingga dengan pelaksanaan Gaspol 11-12 bisa dianggap sebagai penjawab kebutuhan masyarakat Barito Utara. Arah kebijakan program ini fokus pada lima sektor urgent,” tegasnya.
Sektor infrastruktur, pendidikan dengan program pendidikan gratis 16 tahun, kesehatan, Perkebunan, pertanian, peternakan, sosial masyarakat dan ketenagakerjaan menjadi sektor penting kedepan untuk terus diperhatikan dengan baik dan terukur.
Bupati menyatakan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan yang sudah baik dari pemerintahan sebelumnya sambil memperbaiki yang kurang. Dengan program-program dilakukan, maka visi terwujudnya Barito Utara yang maju, tumbuh pesat, sejahtera dalam waktu dekat sudah terlihat arahnya.
Kunci sinkronisasi program ini, ditegaskannya, terletak pada kinerja birokrasi daerah.
Ia menyebut dua penggerak utama: anggaran yang memadai dan tepat alokasi, serta program yang tepat sasaran.
“Pembangunan suatu daerah itu ditentukan oleh hasil kerja daripada OPD-nya, kalau birokrasinya bagus dan mantap insya Allah nanti pemerintahannya baik kemudian akan maju,” kata Shalahuddin.
Untuk memastikan akselerasi, Pemkab telah menyelesaikan penyusunan APBD tepat waktu pada Desember dan proses lelang pada Januari.
“Nanti kalau sudah lelang ini sudah selesai kita cepat buat kontrak otomatis penyerapan anggaran ini bisa cepat dilaksanakan,” paparnya.
Langkah ini diharapkan mendorong percepatan fi sik pembangunan dan penyerapan anggaran.
Dengan strategi tersebut, Bupati Shalahuddin yakin Gaspol 11-12 dapat bergerak serentak dan memacu perekonomian daerah.
“Dengan bergeraknya APBD ekonomi akan bergerak seperti itu yang ini butuh kerjasama yang baik,” pungkasnya. (ren/ nue/ko)







