DPRD Desak Pemkab Evaluasi Total Layanan Kesehatan Barito Utara

oleh
oleh
Hj Henny Rosgiaty Rusli
Hj Henny Rosgiaty Rusli

MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj Henny Rosgiaty Rusli, angkat bicara mengenai insiden kecelakaan ambulans Puskesmas Butong yang membawa pasien rujukan ibu hamil di KM 68 arah Puruk Cahu. Ia menyesalkan kejadian tersebut dan menyebutnya sebagai potret buram layanan kesehatan di Barito Utara.

Hj Henny menekankan bahwa keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, rujukan jarak jauh bagi ibu hamil yang akan melahirkan sangat berisiko tinggi, baik dari sisi medis maupun faktor keamanan di perjalanan.

“Kejadian ini sangat menyesakkan hati. Seorang ibu yang sedang berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan, justru harus menghadapi maut tambahan di jalan karena masuk jurang. Ini menunjukkan bahwa sistem rujukan kita perlu ditinjau ulang secara mendalam,” tegas Hj. Henny saat dihubungi, Rabu (15/4/2026).

Menanggapi isu terbatasnya dokter spesialis kandungan yang memicu pasien harus dirujuk ke Kabupaten tetangga, politisi perempuan ini meminta penjelasan tegas dari Dinas Kesehatan dan RSUD Muara Teweh.

“Masyarakat bertanya-tanya, kenapa harus ke Puruk Cahu? Jika benar alasannya karena dokter spesialis kita sedang pelatihan atau tidak di tempat, ini adalah kesalahan manajemen yang fatal. Pelatihan itu penting, tapi tidak boleh mengorbankan pelayanan dasar. Harus ada sistem back-up yang jelas,” tambahnya.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Barito Utara Ikuti Uji Kebugaran Calon Jemaah Haji 2026

Ia meminta Dinkes memastikan kelayakan armada ambulans dan kesiapan personel saat melakukan rujukan di medan berat dan Mendesak Pemkab Barito Utara untuk mengevaluasi kontrak atau insentif bagi dokter spesialis agar mereka menetap dan siap melayani masyarakat 24 jam, Serta Meminta adanya transparansi mengenai jadwal dokter sehingga tidak ada lagi kekosongan pelayanan dengan alasan dinas luar secara bersamaan.

Hj. Henny berharap Bupati dan Sekretaris Daerah segera mengambil langkah konkret. Ia menyatakan bahwa gedung rumah sakit yang megah tidak akan berarti jika tenaga spesialisnya sering kosong.

“Kami di legislatif akan segera memanggil pihak terkait. Jangan sampai nyawa warga Barito Utara terus dipertaruhkan di jalanan hanya karena kita gagal menyediakan dokter di daerah sendiri. Ini harus menjadi evaluasi terakhir, jangan sampai terulang lagi,” tutupnya. (bn/nue/ko)