SDN 8 Menteng Kekurangan Guru Bahasa Inggris

oleh
oleh
Jubir Anggota DPRD Kota Palangka Raya Dapil II, Salundik menyerahkan dokumen hasil reses kepada Wakil Wali Kota serta Wakil Ketua II DPRD Kota Palangka Raya, Senin (13/4).
Jubir Anggota DPRD Kota Palangka Raya Dapil II, Salundik menyerahkan dokumen hasil reses kepada Wakil Wali Kota serta Wakil Ketua II DPRD Kota Palangka Raya, Senin (13/4).

Dewan Minta Pemko Segera Bisa Mengakomodir Aspirasi Masyarakat

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Juru Bicara Anggota DPRD Kota Palangka Raya Dapil II, Salundik menyoroti kekurangan tenaga pengajar Bahasa Inggris di SD Negeri 8 Menteng yang berlokasi di Jalan G Obos XII. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu proses belajar mengajar di sekolah.

Permasalahan ini terungkap, saat kegiatan reses yang dilakukan oleh jajaran anggota Dapil II ke Kelurahan Menteng, beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah melalui komite menyampaikan, sudah berbulan-bulan siswa tidak mendapatkan pelajaran Bahasa Inggris akibat ketiadaan guru.

“Pada saat kami reses kemarin, perwakilan sekolah melalui Komite menyampaikan sudah sejak beberapa bulan ini sekolah itu tidak memiliki guru Bahasa Inggris,” kata Salundik, Rabu (15/4).

Salundik menjelaskan, kekosongan tersebut terjadi setelah guru sebelumnya memasuki masa pensiun, namun hingga kini belum ada pengganti dari pemerintah daerah.

Sebagai langkah darurat, pihak sekolah bersama wali murid dan komite berinisiatif menghadirkan guru paruh waktu. Pembiayaan pun dilakukan secara swadaya melalui iuran orang tua siswa. “Jadi mereka melalui Komite ini berinisiatif melakukan iuran untuk menggaji guru Bahasa Inggris ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Warga Banturung Desak Perbaikan Jalan dan Jembatan di Palangka Raya

Meski solusi sementara telah dilakukan, Salundik menegaskan hal ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Ia meminta, pemerintah melalui dinas terkait untuk segera mengambil langkah konkret. Termasuk mendistribusikan guru dari sekolah lain yang memiliki kelebihan tenaga pengajar.

“Karena kan seharusnya kekosongan guru ini jangan sampai terjadi. Karena ini akan mempengaruhi proses belajar mengajar siswa di sekolah,” tegasnya.

Menurutnya, pendidikan merupakan sektor vital yang harus mendapat perhatian serius. Salundik berharap, pemerintah kota segera merespons aspirasi masyarakat agar siswa mendapatkan hak pendidikan yang layak.


“Kami berharap pemerintah kota bisa segera mengakomodir apa yang menjadi aspirasi masyarakat ini. Karena pendidikan ini merupakan sektor yang sangat penting,” demikian Salundik. (ham/ko)